Supaya Tetap Percaya Diri, Ini Tips Menghindari Bau Mulut Saat Puasa

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Sabtu, 16 Maret 2024 | 09:00 WIB
Pemeriksaan Gigi bisa mengurangi bau mulut (pic. twitter kemenkes ri)
Pemeriksaan Gigi bisa mengurangi bau mulut (pic. twitter kemenkes ri)

TITIKTEMU.CO, Saat berpuasa, ada masalah yang seringkali membuat kurang percaya diri. Pasalnya masalah bau mulut adalah persoalan yang kerap muncul saat berpuasa. Mengapa bisa hanya bulan puasa?

Dokter gigi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM, drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D., menjelaskan bau mulut saat puasa terjadi akibat berkurangnya produksi saliva atau air liur di dalam mulut. Kondisi tersebut muncul karena saat puasa, aktivitas otot pengunyah tidak bekerja seperti saat tidak berpuasa. Saat berpuasa tubuh tidak memperoleh asupan makanan ataupun minuman untuk dikunyah.

“Ini berpengaruh pada produksi sekresi air ludah menjadi turun. Selain itu, saat puasa kan tidak makan menjadikan pergerakan otot menurun berakibat pada pembersihan alami sisa-sisa makanan yang tertinggal di rongga mulut menurun,”paparnya.

Baca Juga: Minder karena Bau Badan dan Bau Mulut? Konsumsi Daun Kemangi untuk Tampil Percaya Diri

Penyebab bau mulut, juga  tidak hanya dikarenakan menurunnya produksi saliva. Namun, bau mulut juga berhubungan dengan status kebersihan mulut. Misalnya saja seberapa banyak plak maupun karang gigi.

Oiya, Konsumsi  makanan yang berbau tajam  atau menyengat seperti g, pete, dan jengkol. Merokok juga bisa menyebabkan bau tak sedap pada mulut akibat kandungan tembakau di dalamnya.

Suryono menambahkan persoalan bau mulut terjadi bisa dikarenakan adanya manifestasi penyakit sistemik. Beberapa diantaranya seperti asam lambung, ginjal, dan diabetes.

Baca Juga: Dear Penderita Maag, Hindari 5 Minuman Ini!

Suryono menyampaikan terdapat sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut selama puasa dan terhindar dari persoalan bau mulut. Salah satunya dengan rutin menggosok gigi dengan benar. Menyikat gigi dengan teknik yang benar dapat mencegah sisa-sisa makanan yang menyangkut di sela-sela gigi sehingga tidak terakumuluasi menjadi plak atau karang gigi.

Tak kalah penting, saat Sahur , bersihkan lidah yang bisa menjadi tempat menempelnya sisa-sisa makanan. Lalu, hindari konsumsi makanan berbau menyengat dan kurangi merokok..

Berikutnya konsumsi makanan berserat. Lalu, jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan gigi ke puskesmas/klinik/dokter gigi secara rutin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: UGM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X