Skripsi Tak Lagi Menjadi Syarat Wajib untuk Lulus PT, Begini Tanggapan Rektor Unsoed

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Jumat, 1 September 2023 | 10:15 WIB
Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. (unsoed.ac.id)
Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. (unsoed.ac.id)

Menurut dia, hal itu bukan karena adanya hambatan namun barangkali perlu gerakan yang lebih masif.

"Artinya begini, sebagian lulusan-lulusan yang terdahulu hanya dalam bentuk skripsi. Tetapi ke depan ini yang penting lagi bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan itu 'kan diarahkan sesuai dengan passion (gairah, red.) adik-adik kita," katanya.

Ia pun mencontohkan jika ada mahasiswa yang lebih bergairah ke kewirausahaan dan ada pula yang lebih suka kerja sosial.

Baca Juga: Piala EFL Carabao Cup: Manchester City Bertemu Lawan Berat di Putaran Ketiga. MU melawan Crystal Palace

Jika mahasiswa itu punya pengalaman di luar dengan metodologi tertentu dan memenuhi syarat yang setara dengan skripsi, kata dia, hal itu akan sangat bagus karena membekali mahasiswa dengan apa yang dikerjakan tersebut benar-benar bermanfaat.

Lebih lanjut, Rektor mengakui hambatan penerapan kebijakan yang tidak mewajibkan skripsi bagi perguruan tinggi di daerah tetap ada. Hal itu karena ada mahasiswa yang lebih suka terhadap riset, sehingga tugas akhirnya dapat dipastikan dalam bentuk skripsi.

Akan tetapi bagi mahasiswa yang suka di lapangan, kerja sosial, magang, dan sebagainya, jika diwajibkan menyusun skripsi dalam bentuk riset justru menjadi beban.

Baca Juga: Timnas Indonesia U 17 Kalah Dalam Uji Coba Lawan Korea Selatan. Pasukan Bima Sakti Bersiap Latihan ke Jerman

Terkait dengan tempat magang yang dapat disetarakan sebagai skripsi, dia mengatakan bagi Unsoed yang berlokasi di daerah, hal itu tidak menjadi kendala.

"Walaupun Unsoed di daerah, tetapi tempat magangnya sudah ada yang di Jepang. Saat magang, mereka bisa mengambil data-data yang ada di sana," ungkapnya.

Dengan data-data yang ada di Jepang, kata dia, memungkinkan mahasiswa berkonsultasi dengan calon pembimbing untuk menjadikannya sebagai laporan tugas akhir yang dapat disetarakan dengan skripsi.

Kendati demikian, Rektor mengatakan poin yang paling penting bahwa di situ ada capaian pembelajaran dari kegiatan tersebut.

Baca Juga: Kerja Sama Pengelolaan Sampah, Antara UGM Dan Dinas Perdagangan DIY

"Yang saat sekarang sedang diupayakan bersama itu berkaitan dengan higher order thinking skills (HOTS) seperti critical thinking dan problem solving. Artinya, mereka pada saat menemukan sesuatu yang sangat berguna, kemudian dituliskan, itu sangat bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain," katanya.

Selain itu, kata dia, kreativitas dan inovasi yang mungkin ditemukan mahasiswa saat magang di suatu wilayah dapat menjadi sesuatu yang menarik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X