Afganistan, Neo Taliban, dan Indonesia

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Sabtu, 21 Agustus 2021 | 18:05 WIB
Afghanistan (pic. dreamlines.com)
Afghanistan (pic. dreamlines.com)

Mereka memperbaharui taktik dan strategi perjuangan. Misalnya, membuat “outlet media canggih, yang memroduksi ribuan DVD dan rekaman-rekaman inspirasi…Taliban juga menggunakan situs web, stasion radio FM dan email, serta para juru bicara mereka pun melayani wawancara dengan wartawan di Pakistan” (Andrew R Smith, 2011) suatu hal yang ditabukan di masa lalu.

Yang juga membedakan dengan “Taliban lama” adalah sifat ideologis “neo-Taliban” adalah dualistik, menampilkan struktur organisasi vertikal dalam bentuk supra-tribal dan supra-etnik, Islamis, dan nasionalis. Namun, struktur horizontalnya tetap ditentukan oleh jaringan yang berakar pada masyarakat suku Pashtun. Mereka, “neo-Taliban” inilah yang beberapa hari silam merebut Kabul dan mendepak pemerintah lama dan mendirikan Emirat Islam Afganistan.

Perlu diwaspadai

Keluwesannya—termasuk memperbaharui taktik dan strategi, serta memperluas komponen organisasi—menjadi faktor keberhasilan mereka merebut Kabul. Karena itu, perubahan taktik dan strategi dalam perjuangannya—menggunakan segala cara dan sarana termasuk teknologi komunikasi dan informasi moderen— musti diwaspadai termasuk oleh pemerintah Indonesia. Sebab, seperti ISIS dulu yang menggunakan teknologi komunikasi dan informasi moderen untuk menyebarkan ajaran, ideologi, propaganda, juga rekrutmennya.

Dengan teknologi komunikasi dan informasi moderen sekarang ini, mereka bisa dengan mudah menyebarkan fundamentalisme, ekstremisme dan talibanismenya ke mana saja, termasuk ke Indonesia yang sebagian masyarakatnya masih mudah terpukau oleh hal-hal yang berbau atau dibungkus agama . ***

Source: https://triaskun.id/2021/08/21/afganistan-neo-taliban-dan-indonesia/

*** artikel ini sudah dimuat di harian Kompas, hari Jumat 20 Agustus 2021.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Trias Kuncahyono

Tags

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X