MENUNGGU SANKSI FIFA UNTUK PSSI ? - Tragedi Bola Indonesia di New York Times dan Washington Post

photo author
Tim TITIK TEMU 02, TitikTemu.co
- Selasa, 4 Oktober 2022 | 10:37 WIB
 (pic/instagram denny ja)
(pic/instagram denny ja)

MENUNGGU SANKSI FIFA UNTUK PSSI ? - Tragedi Bola Indonesia di New York Times dan Washington Post

Oleh Denny JA, Ketua Umum Satu Pena


“Dari Indonesia?,” tanya kasir di grocery kecil di kota London. “Ya,” jawab saya. Sambil memasukan minuman dan makanan yang saya beli, ia berkata: “Ikut berduka ya atas tragedi sepakbola yang mengerikan di Indonesia.”

“Terima kasih,” jawab saya pelan. Itu tanggal 1 Oktober 2022, di hari tragedi. Jarak waktu Jakarta - London 6 jam.

Saya penasaran bertanya: “Anda tahu dari mana? Itu tragedi baru terjadi beberapa jam lalu.” Enteng saja ia menjawab: “Oh, seluruh dunia sudah tahu. Jumlah yang mati terlalu banyak. Berita menyebar dalam kecepatan cahaya,” ujarnya senyum.

Baca Juga: Link Livestreaming LIGA CHAMPIONS Bayern Muenchen Vs Viktoria Plzen. Nagelsmann Rombak karena Covid 19

Besoknya, 2 Oktober 2022, saya searching di Google. Ingin tahu sisi apa yang paling menarik diangkat oleh media berpengaruh dunia. Dua media yang saya eksplor khusus: New York Times dan Washington Post.

-000-

Washington Post mengangkat dua isu itu. Pertama, digunakannya gas air mata oleh polisi. Ini yang menyebabkan kepanikan massal, penonton susah bernafas, dan akhirnya banyak yang mati terinjak-injak.

Ini bukan kematian karena bentrokan antara pendukung tim lawan.

Baca Juga: Cuitan @polseksrandakan tentang Tragedi Kanjuruhan akhirnya dihapus. Ini penyebabnya

FIFA, yang sudah berpengalaman dengan kerusuhan sepak bola di stadion, sudah mempelajarinya. Di Peru tahun 1964, yang menyebabkan kematian lebih dari 300 orang, sebagian juga disebabkan oleh kepanikan massal akibat gas air mata.

Karena itu, FIFA melarang penggunaan gas air mata mengatasi kerusuhan sepakbola di stadion.

Kedua, Washington Post juga menuliskan jumlah penonton yang terlalu banyak, yang dibiarkan panitia. Kapasitas stadion hanya untuk 38 ribu penonton. Tapi panitia membiarkan stadion itu diisi oleh 42 ribu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: Facebook

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X