KELOR, BUNG NASRIN DAN PARAMAKARYA 2021 oleh : Lalu Gita Ariadi

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Jumat, 19 November 2021 | 19:52 WIB
Bang Nasrin, penerima Anugerah Produktivitas Paramakarya 2021, bersama Sekda NTB Lalu Gita Haryadi (Humas Pemprov NTB)
Bang Nasrin, penerima Anugerah Produktivitas Paramakarya 2021, bersama Sekda NTB Lalu Gita Haryadi (Humas Pemprov NTB)

Baca Juga: Kembali ke Liga Inggris, Steven Gerrard: Aston Villa Bukan Batu Loncatan ke Liverpool

Juni 2016 Bung Nasrin mudik lebaran ke kilo Dompu ( Kidom ). Ternyata disana sudah banyak kelor kering di masyarakat. Muncul ide memproduksi Teh daun kelor.

Perjuangan usaha kelor ini tidaklah mudah. Cibiran, pesimisme dan larangan bertubi-tubi. Bisnis kelor dipandang sebelah mata dan tidak marketable. "Dari 10 teman yang saya tanya, 8 orang diantaranya tidak mendukung. Buang-buang uang dan waktu saja," katanya.

Bung Nasrin - rupanya tidak mau menyerah. Prinsip hidupnya yang harus FOKUS, KREATIF, INOVATIF dan jadilah MASTER mengharuskannya untuk terus maju.

Baca Juga: 7 Waktu Mustajab untuk Berdoa Agar Cepat Terkabul, Salah Satunya Sudah Sering Dilakukan

Dalam kondisi terpuruk, terlebih tibanya era covid 19, tak menyurutkan tekadnya untuk maju. Sisa dana yang dimiliki pengusaha kelahiran dompu tahun 1972 ini ingin investasi beli mesin untuk bisnis kelornya.

Tentangan makin keras. Ibaratnya, dari 10 teman yang saya tanya, 15 orang menentang. Semua teman tidak mendukung dan menolak, tapi saya terus lanjutkan ikhtiar.

Saya yakin Allah SWT pasti punya rencana yang terbaik. Tak diduga tak dinyana, di era covid 19 yang sangat sulit itu saya justru mendapat limpahan rakhmat yang luar biasa, kata Bung Nasrin.

Baca Juga: Peserta Ujian, Begini Cara Cetak Kartu SKB CPNS dan Aturannya

Kebijakan Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur NTB, untuk memasukkan produk dan komoditi lokal sebagai isi paket JPS Gemilang benar-benar membantu kami para UMKM survive.

Teh kelor, minyak kelapa, minyak kayuputih/minyak atsiri, jajan kering, Teri, ikan asin, ikan kering, telur, beras, garam, sabun cuci tangan yang merupakan produk UMKM lokal memang menjadi isi paket JPS Gemilang I, II, III maupun JPS Gotong Royong.

Tak satupun barang pabrikan dibeli untuk isi paket JPS Gemilang, meski harganya mungkin lebih murah, kualitas dan kemasannya lebih bagus.

Baca Juga: WSBK Mandalika: Okupansi Hotel Meningkat, Rumah Warga Dijadikan Penginapan Jelang WSBK 2021

Kita harus serap produk UMKM lokal agar mereka survive. Meski harganya sedikit lebih mahal, kualitas nya lebih rendah tapi itulah affirmative policy dan learning cost proses industrialisasi.

"Suatu saat kita bisa hasilkan produk yang berkualitas dan harga yang bersaing," kata Gubernur NTB - Dr. H. Zulkieflimansyah SE MSc. yang basis ilmunya memang Ekonomi Industri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X