opini

NGOBROL CAPRES oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Selasa, 17 Mei 2022 | 12:43 WIB
Balon warna-warni. Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Yang tidak ketinggalan, seperti yang sudah-sudah, agama pun dimainkan. Sentimen agama memang kuat bagi yang berpikiran terbatas, tidak memikirkan masa depan negara, terutama menyangkut persatuan dan kesatuan. Permainan agama ini lantas secara sigap disambut oleh mereka yang suka jualan agama. Ini sudah banyak kali dilakukan dan naga-naganya akan dilakukan lagi.

Baca Juga: Iqlima Kim Dua Bulan Hanya Dibayar 4,5 Juta, Hotman Minta yang Aneh-aneh. Tak Hargai Sebagai Ibu Satu Anak

Salahkan semua itu? Tidak juga. Hanya, apakah cara-cara semacam itu mendidik, membuat rakyat tambah cerdas, pintar, berpikiran terbuka atau justru membuat rakyat semakin bodoh dan berpikiran sempit?

Kita sih, menunggu mereka itu melakukan kampanye (walau belum resmi dimulai) yang cerdas, yang tidak lagi main agama, yang tidak mengusung sektarianisne, tetapi yang memberikan harapan dan menunjukkan jalan ke Indonesia baru yang maju.

Tetapi repotnya, proses pengambilan keputusan memilih sesorang itu tidak selamanya dipengaruhi oleh pengetahuan pemilih tentang program-program partai maupun oleh informasi-informasi yang membangun brand politik.

Proses memilih itu bisa jadi dipengaruhi kuat oleh impression (keterkesanan) dan nonrational evaluation criteria (kriteria yang tidak rasional yang dipakai pemilih dalam mengevaluasi para kandidat/parpol).

Maka itu, para calon kandidat presiden sekarang ini lagi pada nebar impresi ke tengah masyarakat. ***

 

Sumber: https://triaskun.id/2022/05/11/ngobrol-capres/

Halaman:

Tags

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB