opini

Mengenang Prof. Yahya Muhaimin: “SAYA INI ORANG DESA." Oleh: Hamid Basyaib

Rabu, 9 Februari 2022 | 18:58 WIB
Penghormatan dari alumni Hubungan Internasional yang menjadi anak didik Pak Yahya Muhaimin di Fisipol UGM (Kahigama)

Sebagai pengacara bereputasi tinggi, Nono Makarim siap mengerahkan segenap pengetahuan dan pengalamannya sebagai corporate lawyer. Semangat kaum intelektual itu pun dilandaskan pada isu fundamental berupa kemerdekaan akademis. Semua bidang sudah terkooptasi dan dijinakkan.

Baca Juga: UGM Beri Pelatihan Budidaya Ayam Bahagia Bagi Warga Binaan Lapas. Anda Bisa Ikut Melakukannya

Jika kemerdekaan akademis pun dibekuk, tak ada lagi prinsip dan keluhuran apapun yang tersisa di Indonesia.

Gugatan terhadap disertasi Yahya Muhaimin memenuhi semua elemen itu; sebuah karya akademis yang mau digugat dengan tuntutan nilai uang yang tak mungkin dipenuhi, bahkan kalaupun penulis buku itu menjual seluruh aset keluarga besarnya.

Gugatan Probosutedjo tidak bisa ditafsirkan lain kecuali sekadar cara memiskinkan dan menyengsarakan penulis buku dan keluarganya, dan sikap kapoknya pasti akan membuat jera siapa saja yang mau coba-coba bikin ulah serupa.

Baca Juga: LRT Jabodebek Dioperasikan Tanpa Masinis Lho…. Kok Bisa? Begini Penjelasannya

Genderang perang dari barisan aktifis sudah ditabuh bertalu-talu, semua persiapan untuk perang legal sudah matang. Lalu terjadi anti klimaks. Yahya Muhaimin menyatakan minta maaf atas hal-hal yang ditulisnya, khususnya tentang Probosutedjo dan bisnis-bisnisnya.

Buku ditarik dari peredaran. Case closed. Hidup kembali berjalan dengan sepenuh kedamaian — terutama bagi Yahya Muhaimin dan keluarganya.

Kami di Jogja, yang mengikuti perjalanan kasusnya dengan berdebar dan emosional, ikut kecewa berat. Saya mendatangi Pak Yahya di kantornya di kampus UGM, dan ia dengan kalem menceritakan inti urusannya.

Baca Juga: INFO LOKER: Badan Pusat Statistik (BPS) Buka Lowongan Pekerjaan Februari 2022. Kuy Daftar Segera!

“Saya sudah siapkan semua dokumen pendukung untuk dihadirkan di pengadilan,” katanya, menyebut timbunan dokumen bahan disertasinya, yang semuanya masih tersimpan rapi. “Tapi kemudian ibu saya melarang (meneruskan perkara). Jadi saya hentikan (upaya perlawanan).”

Menurut Yahya, Nono Makarim termasuk yang sangat kecewa. “Tapi saya bilang pada Nono: saya ini orang desa, No. Saya bukan orang kota seperti kamu. Saya tidak terbiasa berkonflik seperti ini. Dan ibu saya melarang saya…”

Lawyer paling tangguh dan pendukung paling militan pun tentu tidak berdaya jika yang harus ditentang adalah perintah ibunda.

Baca Juga: INFO LOKER: Tersedia Lowongan Kerja di Kimia Farma Diagnostika bagi Sarjana untuk Wilayah Jakarta

*

Halaman:

Tags

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB