Cap Go Meh Puncak Perayaan Tahun Baru Imlek. Awal Mula dan Sejarahnya Begini...

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Selasa, 8 Februari 2022 | 06:19 WIB
Perayaan Cap Go Meh (Ilustrasi) (Flickr)
Perayaan Cap Go Meh (Ilustrasi) (Flickr)

TITIKTEMU.CO - Dua minggu setelah Hari Raya Tahun Baru Imlek, kalender Cina, warga Tionghoa biasanya mengadakan tradisi perayaan Cap Go Meh.

Ini merupakan tradisi Tionghoa sebagai akhir dari rangkaian perayaan tahun baru Imlek yang dilakukan tiap tanggal 15 pada bulan pertama penanggalan Cina.

Kata Cap Go Meh ini berasal dari Bahasa Hokkian. Yang artinya cap adalah sepuluh, go artinya lima, dan meh mempunyai arti malam. Yang arti keseluruhannya adalah malam ke-15 seperti disebutkan di atas.

Baca Juga: Imlek 2573 Khongzili: Semoga Harmoni, Damai dan Sejahtera!

Di Tiongkok, perayaan Cap Go meh lebih dikenal sebagai Yuan Xiao atau Shang Yuan.

Tradisi Cap Go Meh diawali dengan berdoa di Vihara, yang dilanjutkan dengan iringan kenong dan sambal (semacam perkusi) serta pertunjukan barongsai.

Barongsai diyakini sebagai pertanda kesuksesan, keberuntungan dan pengusiran kepada hal-hal buruk.

Baca Juga: 7 Fakta Unik dalam Imlek, Salah Satunya Tidak Boleh Menyapu Rumah

Dikutip dari artikel di https://www.tourismnews.id/urban-tourism/pr-1292594151/festival-cap-go-meh-jadi-kekayaan-budaya-dan-pariwisata-andalan-di-beberapa-kota-di-indonesia, Cap Go Meh di Tiongkok, dikenal sebagai festival Yuan Xiao atau Shang Yuan, yang artinya malam dengan bulan purnama pertama.

Sementara berbagai negara lainnya, perayaan Cap Go Meh disebut dan lebih dikenal sebagai lantern festival, atau festival lampion.

Perayaan Cap Go Meh telah dilakukan sejak abad ke-17 Masehi atau sekitar 2000 tahun yang lalu pada masa Dinasti Han di Tiongkok. Terutama saat migrasi masyarakat Tionghoa ke wilayah bagian selatan Tiongkok. Perayaan diadakan bersama oleh raja dan masyarakatnya.

Baca Juga: 9 Makanan Wajib Saat Imlek, Simbol Rezeki, Kemakmuran, Hingga Panjang Umur

Para petani memasang lampion berwarna warni di sekeliling ladang untuk mengusir hama dan menakuti binatang-binatang perusak tanaman serta memperindah pemandangan.

Diadakan juga pertunjukan musik dan barongsai untuk memeriahkan perayaan. Cap Go meh kemudian diadakan secara turun-temurun oleh masyarakat Tionghoa yang tersebar di seluruh dunia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Tourismnews.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X