opini

PURI GEDEH, Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Senin, 31 Januari 2022 | 05:30 WIB
Puri Gedeh, rumah dinas Gubernur Jawa Tengah (semarangkota.go.id)

Program inovasi itu bernama Jagani Omah Bareng Arum atau Jateng Gayeng Ndandani Omah bareng aplikasi Sistem Informasi Manajemen Perumahan (Simperum).

Baca Juga: Kota Solo Gantikan Vietnam Jadi Tuan Rumah ASEAN Para Games, Gibran: Kepercayaan Luar Biasa!

Kata Ganjar, tujuan dalam program rumah ini dapat meminimalisasi angka backlog rumah di Jateng dengan sasarannya masyarakat miskin non-bankable yang tidak memiliki rumah.

Program diwujudkan berupa bantuan sosial stimulan pembangunan rumah bagi keluarga miskin yang belum memenuhi syarat rumah layak huni.

Ia juga menggandeng BUMN dan BUMD seperti PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Bank Perkreditan Rakyat Badan Kredit Kecamatan (BPR BKK) se-Jawa Tengah.

Baca Juga: Lirik dan Kunci Gitar 5 Lagu Anji yang Bikin Cewek Melayang

Kami ngobrol ke sana ke mari dengan menggunakan bahasa Jawa kadang-kadang bahasa Indonesia. Kami tertawa lepas. Sementara hujan di luar masih terus turun. Ganjar cerita tentang tamu-tamunya, dari berbagai pelosok negeri ini, yang banyak juga tidak dia kenal.

Ia juga bercerita bertemu dengan para mahasiswa dari pelbagai universitas; bertemu dengan murid-murid sekolah; bercerita tentang bagaimana mengajak rakyatnya untuk bersama-sama melawan pandemi Covid-19. Ia juga bercerita tentang sekolah-sekolah vokasi. 

Di Puri “Gedeh”, malam itu lebih dari satu jam, kami ngobrol banyak hal. Kami tertawa. Kami minum teh. Kami makan lumpia, yang menurut Ganjar, lumpia paling enak. Maka kunikmati dengan sepenuh hati.

Baca Juga: Tak Memenuhi Harapan Ralf Rangnick, Anthony Martial Dipinjamkan Manchester United ke Sevilla

Sebelum pamit pulang, sempat saya sampaikan:

“Pak, negeri ini mencari pemimpin yang tegas, penuh tanggung jawab, dan berani mengambil risiko, seperti Pak Jokowi. Pendek kata, mencari pemimpin yang mau bekerja sungguh-sungguh tidak hanya pandai bicara dan rela berkorban dalam segala hal—perasaan, tenaga, dan juga pikiran—untuk kemajuan bangsa dan negara. Dan, yang tidak kalah penting: tidak korup. Sebab, kekuasaan memberikan banyak kemewahan bagi manusia. Tetapi, dua tangan yang bersih jarang termasuk di dalamnya. Negeri ini juga mencari pemimpin yang tegas tapi tidak kejam. Sebab, di bidang politik, kelembutan hati selalu dipandang sebagai kelemahan.”

Mendengar omongan saya itu, Ganjar tertawa.

Dan, dengan iringan tawa Ganjar, kami tinggalkan Puri “Gedeh” malam itu.***

 

Halaman:

Tags

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB