opini

PURI GEDEH, Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Senin, 31 Januari 2022 | 05:30 WIB
Puri Gedeh, rumah dinas Gubernur Jawa Tengah (semarangkota.go.id)

Baca Juga: 4 Shio Ini Kurang Beruntung di Tahun Macan Air, Shio Apa Saja?

Pemimpin pun harus jujur mendengarkan kejujuran rakyat.

Mengapa blusukan dan mendengarkan suara rakyat? Kata Ganjar, suara rakyat itu berbeda dengan suara elite.

Suara rakyat pada umumnya meneriakkan kebenaran, meminta keadilan. Keadilan dan kesejahteraan merupakan tujuan akhir yang hendak dicapai dalam kehidupan bernegara.

Baca Juga: 25 link Twibbon Perayaan Tahun Baru Imlek 2022 Buat dan Bagikan ke Teman. Pasti Keren!

Suara rakyat bukan kepura-puraan. Demokrasi memang membutuhkan kejujuran. Berkomunikasi secara jujur. Sebab, demokrasi hanya berkembang dalam jiwa dan struktur sosial yang sehat.

Kata Romo Mangunwijaya (1997), demokrasi bagaikan tananam hidup memerlukan tanah-tumbuh yang pas. Apakah salah satu syarat mutlak demokrasi? Suatu bangsa yang cukup rasional dan cukup cerdas.

Bangsa yang emosional melulu dan setiap kali mudah terbakar retorika atau isu, tidak dapat berdemokrasi.

Baca Juga: Quotes dan Ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2022, Bijak dan Penuh Pengharapan

Bangsa yang mudah mata gelap, mengamuk, dan hantam kromo, mustahil berdemokrasi.

Bangsa atau orang yang tidak sportif, tidak fair play, mudah marah ngawur jika kalah, juga tidak bisa berdemokrasi.

Bangsa yang mudah tersinggung, juga tidak bisa berdemokrasi.

Baca Juga: INFO LOKER: BPJAMSOSTEK Buka Lowongan Kerja untuk Usia 45 Tahun ke Atas, Mari Klik Segera!

Demokrasi membutuhkan masyarakat yang rasional. Bangsa yang demokratis adalah bangsa yang terdidik. Memang, Ganjar tidak memungkiri ada suara setingan juga. “Biasa itu, Mas,” katanya disambung tawa lepasnya.

 “Mas, Jateng juga punya program ndandani omah,” kata Ganjar. Ia lalu bercerita panjang lebar tentang program fasilitasi kepemilikan rumah untuk warga miskin.

Halaman:

Tags

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB