opini

"ROYALTI LAGU DI INDONESIA DAN KISAH KEENAN NASUTION MENUNTUT 24,5 MILIAR RUPIAH", Oleh Denny JA

Jumat, 13 Juni 2025 | 10:09 WIB
Royalti lagu di Indonesia dan Kisah Keenan Nasution menuntut 24,5 miliar rupiah (Denny JA)

Baca Juga: Resmi Dibuka! Pendaftaran Sekolah Kedinasan STIP Jakarta 2025 hingga 20 Juni

Tahun 2015, Robin Thicke dan Pharrell Williams digugat oleh keluarga Marvin Gaye karena Blurred Lines dinilai meniru “groove” dari Got to Give It Up.

Mereka kalah, dan membayar lebih dari 5 juta dolar. Kasus ini menjadi sinyal bahwa bahkan nuansa musikal pun dapat dilindungi hukum.

Lain halnya dengan Taylor Swift. Ia tak digugat. Namun ketika hak atas master rekaman albumnya dibeli oleh pihak lain, ia merasa kehilangan kendali atas hidup seninya.

Baca Juga: Kuliah S1 Gratis? Yuk Daftar BSI Scholarship Prestasi Unggulan 2025!

Ia tak menggugat. Ia melawan dengan mencipta ulang.

Ia merekam semua albumnya dalam versi baru—Taylor’s Version. Dengan itu, ia merebut kembali otonominya sebagai pencipta, bukan lewat pengadilan, tapi melalui kekuatan kreatif.

Apa yang membedakan mereka dengan kita?
Satu kata: sistem.

Baca Juga: LOWONGAN KERJA TERBARU! PT Trakindo Utama untuk Posisi Sales Representative Trainee, Pendaftaran hingga 30 Juni 2025

Di Amerika dan Inggris, sistem pengelolaan royalti telah lama tertata. Lembaga seperti ASCAP, BMI, atau PRS mencatat penggunaan lagu secara otomatis dan mendistribusikan royalti secara adil.

Tidak ada lagi ruang bagi pengingkaran. Tidak ada lagi celah bagi pelupa.

Di Indonesia, sistem ini masih lemah. Maka ketika penghormatan tidak hadir, dan mediasi gagal, sengketa seperti Keenan vs Vidi meledak. Itu segera menjadi konsumsi publik.

Baca Juga: AS Perketat Imigrasi, China Terapkan Bebas Visa untuk 55 Negara, Termasuk Indonesia. Ini Detil Ketentuannya.

Kasus ini adalah panggilan sadar. Ia membunyikan lonceng bahwa di balik popularitas seorang penyanyi, selalu ada tangan-tangan sunyi yang mencipta.

Mereka bukan wajah layar kaca. Mereka bukan nama besar panggung. Tapi merekalah penyemai pertama dari suara yang kita rayakan.

Halaman:

Tags

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB