Baca Juga: Kapan Wukuf di Arafah di Haji 2025? Ini Jadwal Puncak Haji dan Rangkaian Kegiatannya
Apa Makna Perlawanan Harvard?
Ia bukan sekadar gugatan hukum. Ia adalah deklarasi bahwa di tengah zaman yang terpolarisasi, pikiran manusia harus tetap merdeka.
Universitas bukan ruang steril dari konflik moral. Justru di situlah nurani harus diuji—di hadapan kekuasaan, di tengah masyarakat yang gamang, dan di bawah tekanan zaman.
Ketika suara manusia makin sering dibungkam, Harvard menyalakan kembali api kecil bernama akal sehat.
Baca Juga: 9 Juni 2025 Libur Apa? Cuti Bersama Idul Adha dan Long Weekend Juni yang Sayang Dilewatkan
Seperti kata John Milton dalam Areopagitica:
“Berikan padaku kebebasan untuk mengetahui, menyampaikan, dan memperdebatkan secara bebas menurut suara hati—di atas segala bentuk kebebasan lainnya.”
Hari ini, Harvard telah memilih: berpihak pada cahaya, di tengah pekatnya tirani.
Meskipun keamanan nasional adalah prioritas, kebijakan ini tak boleh mengorbankan prinsip dasar demokrasi dan hak asasi manusia. Alasan keamanan tidak boleh menjadi alasan untuk membungkam kebebasan berpikir dan bicara.
Dan kelak, generasi mendatang akan mengingat bahwa di tahun 2025, sebuah universitas pernah berdiri ketika banyak lainnya memilih diam.***