Pandangan Pemerintah: Antisipasi Ancaman Global
Pemerintah Trump membela kebijakan ini dengan alasan keamanan nasional. Mereka mengklaim adanya peningkatan ancaman intelijen asing dari negara-negara seperti Iran, Tiongkok, dan Palestina.
Menurut pernyataan resmi Gedung Putih:
“Universitas tidak bisa menjadi tempat berlindung bagi agen asing yang mengancam kepentingan nasional.”
Namun Harvard dan sejumlah pakar menilai argumen ini terlalu luas, tidak berbasis bukti empiris, dan mengarah pada diskriminasi sistemik.
Profesor Danielle Allen dari Harvard Kennedy School menyatakan:
“Pengawasan massal atas dasar asal negara menciptakan atmosfer ketakutan. Itu bukan keamanan, tapi paranoia yang dilembagakan.”
Baca Juga: Persib Bandung Tutup Musim dengan Kemenangan Seru 3-2 atas Persis Solo di GBLA
Tak Hanya Harvard: Ancaman terhadap Banyak Universitas
Harvard hanya permulaan. Columbia University, Stanford, dan MIT segera menyusul dalam gelombang perlawanan.
Pemerintah menekan mereka agar “membersihkan” mahasiswa dari Iran, Palestina, dan Tiongkok—bukan karena tindakan mereka, tetapi semata karena asal mereka.
Di Columbia, program kajian Islam diaudit.
Di Stanford, beasiswa luar negeri diselidiki.
Di MIT, kerja sama riset dengan Asia Timur dibekukan.
Semua ini dibungkus atas nama “patriotisme.”
Tapi kita tahu, dalam sejarah, patriotisme yang dipaksa seringkali menjadi topeng tirani.
Tiga Alasan Mengapa Universitas Harvard Melawan Donald Trump