Baca Juga: Kuliner Mantap Pawone Simbah Di Batang, Seperti Pulang Ke Rumah Masa Kecil
Tiket Pesawat yang (masih) mahal
Kita ingat tahun 2018-2019 menjelang Pemilu, isu tiket pesawat yang tiba-tiba naik menjadi trending dan head line berita dimana2, sesuatu yang sangat mengejutkan setelah sekian lama penumpang pesawat terbius tiket murah.
Sebagai perbandingan tiket pesawat termurah Jakarta-Surabaya tahun 2017 berada di sekitar Rp.350-480 ribu sekali jalan, sedangkan 2019 hingga saat ini sulit ditemukan harga tiket pesawat termurah dengan rute yang sama di bawah Rp.1 juta, walau masih di bawah batas harga atas yang ditetapkan Pemerintah.
Baca Juga: Pelajaran Tentang Toleransi Di Lereng Gunung Merbabu, Ada Masjid Berdampingan Dengan Gereja
Baca Juga: Masjid Bercorak Banjar Kalimantan Selatan Diresmikan Di Kota Jogya
Bandingkan dengan harga tiket bus di tahun 2017 dengan rute yang sama Jakarta-Surabaya ada di kisaran Rp.250 ribuan sekali jalan.
Perbedaan yang tidak jauh antara moda darat dan udara, sehingga waktu itu tidak heran sering kita lihat di media (entah itu maksudnya mengolok2 atau memang menyajikan fakta), orang pakai sendal jepit dan pakai sarung (gambaran orang yang sering naik bus) naik pesawat terbang.
Baca Juga: Air Terjun di Girimanik, Spektakuler di Kedalaman Hutam Pinus Wonogiri
Baca Juga: Cantik Seperti Lukisan, Ini Lokasi, Rute dan Jam Buka Air Terjun Grojogan Watu Purba
Saat itu juga banyak perusahaan bus yang gulung tikar. Di tahun 2000an awal, di terminal Pulo Gadung (terminal yang diklaim sebagai terminal bus paling besar di Asia Tenggara) hampir 100-an bus berangkat tiap harinya, namun tahun 2018 tinggal 5 bus rata2 berangkat tiap harinya.
Sebut saja PO Menara Jaya, PO Giri Indah atau PO Patriot Bandung terpaksa gulung tikar akibat penumpang yang berkurang. Mungkinkah para penumpang bermigrasi ke moda transportasi pesawat terbang? Gambaran penumpang pesawat bersandal jepit mungkin bisa memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.
Baca Juga: Solusi Sampah Dan Suhu Panas Dengan Eco Enzyme
Balik lagi ke tiket pesawat yang naik dan dirasa “kemahalan” dan tidak bisa dijangkau oleh masyarakat. Para maskapai penerbangan mengklaim bahwa kenaikan tersebut disebabkan kenaikan harga bahan bakar dan perawatan pesawat yang selama ini ditahan, dan memang mau tidak mau harus naik mengingat keselamatan di moda transportasi ini adalah suatu keharusan.
Kita sering mendengar sering nya kecelakaan pesawat terjadi sebelum 2019, sebagai data pembanding jumlah kecelakaan pesawat 2017-2018 adalah 81 kecelakaan dengan korban jiwa sebanyak 205, sedangkan jumlah kecelakaan tahun 2019-2020 adalah 52 dengan korban jiwa 7 orang (KNKT, 2021). Jumlah yang signifikan turun, dan sangat melegakan.
Baca Juga: Catatan Shin Tae Yong Atas Kemenangan Indonesia, Gol Bisa Lebih ?