Baca Juga: Film Horor Indonesia Juni 2025 Tayang di XXI, CGV, Cinepolis, Berani Nonton?
Sejak peluit pertama, PSG menunjukkan mereka datang bukan hanya untuk menang, tapi untuk menggores sejarah.
Menit ke-12, Achraf Hakimi membuka skor setelah umpan cemerlang dari Désiré Doué, pemain muda 19 tahun yang malam itu bermain dengan keberanian seorang maestro.
Delapan menit kemudian, Doué mencetak gol kedua PSG dengan sepakan keras yang mengenai Federico Dimarco dan mengecoh Yann Sommer. Allianz Arena menggema oleh keterkejutan dan tepuk tangan.
Babak kedua menjadi panggung kejatuhan Inter. Menit ke-63, Doué kembali mencetak gol, menerima umpan dari Vitinha, mengelabui bek terakhir, dan dengan satu sentuhan halus melewati Sommer.
Menit ke-73, Kvaratskhelia—si seniman dari Georgia—menari di dalam kotak penalti, menerima bola dari Dembélé, mengecoh dua bek, dan mencetak gol keempat PSG dari sudut sempit.
Dan akhirnya, pada menit ke-87, Mayulu menutup malam itu. Menerima bola dari Barcola, ia menggocek Alessandro Bastoni, berhadapan satu lawan satu dengan Sommer, dan dengan ketenangan seorang pujangga, melesakkan bola ke pojok gawang.
5-0. Sebuah kemenangan yang tak hanya mutlak, tapi juga mendalam. Sejarah ditulis dengan tinta emas dan irama yang baru.
Baca Juga: God Bless Akan Tampil di GBK, Panaskan Suasana Jelang Laga Timnas Indonesia vs China
Ironisnya, ketika PSG diperkuat oleh trio termasyhur Lionel Messi, Neymar, dan Kylian Mbappé, mereka justru tak pernah mengangkat trofi Liga Champions.
Padahal, itu adalah barisan dengan nilai pasar tertinggi yang pernah disatukan dalam satu klub.
Tapi justru di sanalah letak kesalahan mendasarnya. Ego besar. Tekanan sponsor. Dan tim yang tidak seimbang.
Messi dan Neymar datang ketika masa emas mereka mulai pudar. Mbappé, meski jenius, seringkali menjadi matahari tunggal yang menyilaukan orbit tim.
Alih-alih menyatu, mereka berdiri sendiri-sendiri. PSG kala itu menjadi pentas megah tanpa orkestra. Tiga suara merdu, tapi tak pernah bernyanyi dalam harmoni.
Artikel Terkait
Pemain Persib Bandung Beckham Putra Dipanggil Timnas Senior, Bersiap Unjuk Kemampuan Pada Patrick Kluivert
Soal Kekalahan Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong, Kluivert Tegaskan Tidak Remehkan China Jelang Laga di GBK
Eliano Reijnders Absen dari TC Timnas Indonesia Demi Dampingi Istri Melahirkan
Vincenzo Italiano Resmi Perpanjang Kontrak di Bologna hingga 2027, Usai Persembahkan Gelar Bersejarah
Akhir Musim Liga Arab Saudi 2024/2025: Al-Ittihad Angkat Trofi Juara
Momen Ulang Tahun Erick Thohir, Janji Manis Kluivert dan Marselino: Hadiah 3 Poin untuk Indonesia!
PSG Raih Treble Setelah Juara Liga Champions Dengan Kemenangan 5-0 Atas Inter, Selisih Gol Terbesar Dalam Sejarah Piala Eropa
PSG Raih Treble di Raihan Perdana Juara Liga Champions. Ini Daftar Klub Eropa Peraih Tiga Gelar Utama Lainnya