Manajemen Persib menjelaskan bahwa sistem pre order jersey diterapkan karena produk yang diproduksi apparel resmi Persib, Kelme, masih melalui proses kurasi.
Baca Juga: Tukang Becak Masuk Desil 9, Lurah Desil 8: DPR Minta Pemerintah Jangan Cuma Percaya Data
Barang yang sudah tiba belum otomatis langsung dilempar ke pasar.
Manajemen masih melakukan pengecekan untuk memastikan produk yang nantinya diterima Bobotoh memenuhi standar kualitas yang diharapkan.
Proses tersebut membutuhkan waktu, mulai dari kedatangan barang hingga pemeriksaan sebelum distribusi. Karena itu, Bobotoh yang sudah melakukan pemesanan harus sedikit lebih sabar menunggu jersey dikirimkan.
Baca Juga: Tukang Becak Masuk Desil 9, Lurah Desil 8: DPR Minta Pemerintah Jangan Cuma Percaya Data
Antusiasme Bobotoh Jadi Sinyal Positif
Lebih dari 2.000 pesanan dalam waktu singkat menjadi sinyal bahwa gairah Bobotoh menyambut musim baru masih sangat besar.
Menariknya, sebagian dari mereka bahkan sudah berani melakukan PO sebelum bisa melihat jersey secara langsung. Loyalitas seperti ini memang sulit diukur hanya lewat angka penjualan.
Pada akhirnya, jersey Persib 2026-2027 bukan sekadar merchandise baru. Bagi Bobotoh, selembar kain dengan logo klub bisa menjadi cara sederhana untuk membawa warna Persib ke mana pun mereka pergi.
Dan jika melihat kecepatan pesanan yang masuk, tampaknya Maung Bandung belum memainkan pertandingan pertamanya musim ini, tetapi jersey-nya sudah lebih dulu mencetak kemenangan di meja penjualan.***
Artikel Terkait
Cancel Culture Itu Bukan Keadilan: Kenapa Menghukum di Media Sosial Tak Sesederhana yang Terlihat?
Kenapa Ngecek Rekening Bisa Bikin Panik? Ini Sisi Psikologis di Balik Financial Avoidance
17 Tahun Konsisten, BRI Beri Dana Pendidikan untuk 76 Paskibraka Tingkat Pusat
Jangan Tertipu Musim Kemarau! BMKG Ungkap Wilayah yang Masih Bisa Diguyur Hujan hingga Akhir Agustus
Gaji Petugas Haji 2027 Bisa Tembus Rp70 Juta? Ini Hitung-hitungan Selama Bertugas
Biaya Kargo Udara Jadi Sorotan, Pemerintah Bongkar Masalah yang Bikin Ongkos Logistik Mahal