Jejak Heroik Spanyol Juara Piala Dunia 2010, Fondasi Kejayaan La Furia Roja hingga Taklukkan Dunia Lagi pada 2026

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Rabu, 29 Juli 2026 | 11:21 WIB
Kilas balik perjalanan heroik Spanyol juara Piala Dunia 2010 yang menjadi fondasi keberhasilan La Furia Roja kembali berjaya pada 2026.
Kilas balik perjalanan heroik Spanyol juara Piala Dunia 2010 yang menjadi fondasi keberhasilan La Furia Roja kembali berjaya pada 2026.

TITIKTEMU.CO – Keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 menjadi momen bersejarah yang menghidupkan kembali kenangan emas La Furia Roja saat merebut trofi dunia pertama pada 2010. Gelar terbaru terasa semakin spesial karena disaksikan langsung oleh para legenda generasi emas seperti Iker Casillas, Xavi Hernandez, hingga Andres Iniesta yang hadir memberikan dukungan di partai final.

Kesuksesan Rodri dan rekan-rekan dinilai sebagai kelanjutan dari warisan tim Spanyol era Vicente del Bosque yang mengubah wajah sepak bola dunia lewat gaya bermain tiki-taka. Berikut perjalanan penuh perjuangan Spanyol menuju gelar Piala Dunia 2010.

Sempurna di Kualifikasi, tetapi Masih Dibayangi Rekor Buruk

Sebelum tampil di Afrika Selatan, Spanyol tampil luar biasa sepanjang babak kualifikasi zona Eropa. Di bawah arahan Vicente del Bosque, mereka menyapu bersih seluruh pertandingan dengan kemenangan.

Baca Juga: Kejagung Beberkan 4 Alat Bukti Jerat Lodewyk Pusung di Kasus Korupsi MBG, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp10,5 Triliun

Meski demikian, optimisme publik tetap dibayangi sejarah buruk. Selama bertahun-tahun, Spanyol dikenal tampil impresif di fase kualifikasi, tetapi kerap gagal ketika memasuki babak gugur turnamen besar. Sebelum 2010, pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia hanyalah finis di posisi keempat pada edisi 1950.

Langsung Tersandung Swiss pada Laga Perdana

Status sebagai favorit juara tak membuat langkah Spanyol berjalan mulus. Pada pertandingan pertama Grup H, La Furia Roja justru harus menelan kekalahan mengejutkan 0-1 dari Swiss.

Kekalahan tersebut memunculkan kritik terhadap efektivitas permainan tiki-taka. Banyak pihak mempertanyakan apakah dominasi penguasaan bola mampu mengatasi tim yang menerapkan strategi bertahan total.

Del Bosque Ubah Pendekatan demi Lolos ke Fase Gugur

Tekanan besar membuat Vicente del Bosque melakukan sejumlah penyesuaian taktik tanpa meninggalkan identitas permainan Spanyol.

Baca Juga: BRI Salurkan KUR Perumahan Rp10,6 Triliun, Jadi Motor Utama Program 3 Juta Rumah Pemerintah

Andres Iniesta ditempatkan lebih sentral, sementara duet Xabi Alonso dan Sergio Busquets memperkuat keseimbangan lini tengah. Perubahan itu membuahkan hasil dengan kemenangan 2-0 atas Honduras dan 2-1 melawan Chile sehingga Spanyol keluar sebagai juara grup.

Memasuki babak 16 besar hingga perempat final, Spanyol tampil lebih efektif. Mereka menyingkirkan Portugal dan Paraguay dengan skor identik 1-0. Pada laga kontra Paraguay, Iker Casillas menjadi penyelamat setelah menggagalkan tendangan penalti lawan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X