TITIKTEMU.CO – Keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 menjadi momen bersejarah yang menghidupkan kembali kenangan emas La Furia Roja saat merebut trofi dunia pertama pada 2010. Gelar terbaru terasa semakin spesial karena disaksikan langsung oleh para legenda generasi emas seperti Iker Casillas, Xavi Hernandez, hingga Andres Iniesta yang hadir memberikan dukungan di partai final.
Kesuksesan Rodri dan rekan-rekan dinilai sebagai kelanjutan dari warisan tim Spanyol era Vicente del Bosque yang mengubah wajah sepak bola dunia lewat gaya bermain tiki-taka. Berikut perjalanan penuh perjuangan Spanyol menuju gelar Piala Dunia 2010.
Sempurna di Kualifikasi, tetapi Masih Dibayangi Rekor Buruk
Sebelum tampil di Afrika Selatan, Spanyol tampil luar biasa sepanjang babak kualifikasi zona Eropa. Di bawah arahan Vicente del Bosque, mereka menyapu bersih seluruh pertandingan dengan kemenangan.
Meski demikian, optimisme publik tetap dibayangi sejarah buruk. Selama bertahun-tahun, Spanyol dikenal tampil impresif di fase kualifikasi, tetapi kerap gagal ketika memasuki babak gugur turnamen besar. Sebelum 2010, pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia hanyalah finis di posisi keempat pada edisi 1950.
Langsung Tersandung Swiss pada Laga Perdana
Status sebagai favorit juara tak membuat langkah Spanyol berjalan mulus. Pada pertandingan pertama Grup H, La Furia Roja justru harus menelan kekalahan mengejutkan 0-1 dari Swiss.
Kekalahan tersebut memunculkan kritik terhadap efektivitas permainan tiki-taka. Banyak pihak mempertanyakan apakah dominasi penguasaan bola mampu mengatasi tim yang menerapkan strategi bertahan total.
Del Bosque Ubah Pendekatan demi Lolos ke Fase Gugur
Tekanan besar membuat Vicente del Bosque melakukan sejumlah penyesuaian taktik tanpa meninggalkan identitas permainan Spanyol.
Baca Juga: BRI Salurkan KUR Perumahan Rp10,6 Triliun, Jadi Motor Utama Program 3 Juta Rumah Pemerintah
Andres Iniesta ditempatkan lebih sentral, sementara duet Xabi Alonso dan Sergio Busquets memperkuat keseimbangan lini tengah. Perubahan itu membuahkan hasil dengan kemenangan 2-0 atas Honduras dan 2-1 melawan Chile sehingga Spanyol keluar sebagai juara grup.
Memasuki babak 16 besar hingga perempat final, Spanyol tampil lebih efektif. Mereka menyingkirkan Portugal dan Paraguay dengan skor identik 1-0. Pada laga kontra Paraguay, Iker Casillas menjadi penyelamat setelah menggagalkan tendangan penalti lawan.
Artikel Terkait
Update Kasus Sutrimo yang Dikaitkan dengan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, CCTV hingga Data Medis Masih Didalami
Kasus Satpam Waduk Jatiluhur Tewas Terborgol, Polisi Akui Minimnya CCTV Jadi Kendala Penyelidikan
Kronologi Prajurit TNI Tewas Ditikam di Tangerang, Berawal dari Cekcok Antrean Sate Taichan hingga Dikeroyok 7 Tersangka
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Kumamoto Jepang, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami ke Indonesia
BRI Salurkan KUR Perumahan Rp10,6 Triliun, Jadi Motor Utama Program 3 Juta Rumah Pemerintah