TITIKTEMU.CO JAKARTA- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima sejumlah pimpinan Bank Dunia di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/2).
Mereka adalah Axel Van Trotsenburg selaku Managing Director of Operations, Manuela V. Ferro selaku Vice President East Asia and Pacific Region, serta Satu Kahkonen selaku Country Director Indonesia.
Baca Juga: HarI Jadi Kota Solo Ke-277, Penjualan UMKM Solo Ikut Terdongkrak Berkat Tokopedia
Baca Juga: UKM Unggulan Indonesia Bakal Diikutkan Pameran Berskala Internasional
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
Pertemuan membahas beberapa hal penting seperti Presidensi G20 Indonesia, transisi energi, lingkungan, penanganan pandemi COVID-19, hingga isu-isu kawasan.
Baca Juga: Sah! Indonesia Membeli 42 Pesawat Jet Rafale Dassault. Begini Profil dan Spesifikasi Jet Rafale
“Area yang dibicarakan tadi sedikit mengenai COVID, kemudian tadi mengenai energy transition mechanism, terus kemudian juga tadi bicara menyangkut masalah mangrove, bicara tadi ibu kota, sangat luas pembicaraan tadi, dan juga bicara mengenai sampai pada Myanmar juga,” ujar Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangannya selepas pertemuan.
Menkeu Sri Mulyani menambahkan bahwa Bank Dunia memberikan dukungannya terhadap agenda-agenda G20 di Indonesia.
Menurut Menkeu, kepemimpinan Indonesia pada G20 yang didukung oleh dunia internasional memegang peranan penting dalam upaya pemulihan ekonomi global selepas pandemi.
Baca Juga: Segera Terbit Sertifikat Halal Vaksin Merah Putih
Banyak negara yang masih tertinggal dan perlu mendapatkan perhatian agar tema Indonesia ‘Recover Together, Recover Stronger’ bisa betul-betul terjadi di mana kepemimpinan Indonesia dan melalui dukungan dari G20, serta lembaga-lembaga internasional bisa memberikan perhatian kepada negara-negara yang masih belum bisa pulih.
“Karena akses vaksinnya kurang, karena juga dari sisi tantangan ekonomi di dalam negeri dari negara-negara yang berpendapatan rendah, itu menjadi suatu tantangan yang luar biasa. Jadi ini adalah salah satu pembahasan untuk G20, Bank Dunia akan mendukung dan tentu kepemimpinan Indonesia penting,” jelas Menkeu.
Selain itu, dalam perbincangan juga dibahas mengenai bagaimana Indonesia bisa menjadi contoh penerapan transisi energi, komitmen untuk melaksanakan Komitmen Paris, hingga menurunkan karbon sesuai dengan nationally determined contribution (NDC) Indonesia.
Artikel Terkait
Candi Borobudur dan Prambanan Resmi Jadi Tempat Ibadah Umat Beragama Sedunia
Bolehkah Divaksinasi dengan Vaksin Non-Halal? Simak Penjelasan MUI
Kementerian ESDM Gandeng UMKM dalam Akselerasi Konversi Motor Listrik
SINDIKASI Tolak Aturan JHT BPJS Ketenagakerjaan Cair Saat Usia Pekerja 56 Tahun
Indonesia Terus Mengembangkan Vaksin Merah Putih Produksi Sendiri. Apa Bedanya Dengan Vaksin Lainnya
Vaksinasi Lengkap Mampu Mengurangi Resiko Kematian Akibat Covid-19. Ini Faktanya
Komodo 4x4 Missile Launcher Dilengkapi Rudal Mistral Atlas. Ini Spesifikasi dan Kecanggihannya