Numpang di Rumah Mertua Itu Bukan Gagal, Bisa Jadi Strategi Finansial Cerdas Pasangan Muda

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:46 WIB
Ilustrasi Numpang di Rumah Mertua Itu Bukan Gagal, Bisa Jadi Strategi Finansial Cerdas Pasangan Muda (Desain AI )
Ilustrasi Numpang di Rumah Mertua Itu Bukan Gagal, Bisa Jadi Strategi Finansial Cerdas Pasangan Muda (Desain AI )

TITIKTEMU.CO-Ada pasangan yang memilih tinggal di rumah mertua bukan karena belum mampu mandiri, melainkan karena sedang menyusun napas keuangan. Di tengah harga kebutuhan yang terus menyita penghasilan, numpang di rumah mertua bisa menjadi keputusan finansial yang masuk akal—asal ada tujuan yang jelas.

BPS mencatat konsumsi rumah tangga tetap menjadi salah satu penopang utama ekonomi Indonesia. Pada kuartal I 2026, konsumsi rumah tangga tumbuh 2,94 persen secara tahunan.

Artinya, pengeluaran sehari-hari memang bukan perkara kecil. Bagi pasangan yang baru menikah, mengurangi satu pos besar seperti biaya tempat tinggal dapat memberi ruang untuk membangun fondasi keuangan.

Baca Juga: FOMO Parenting: Kenapa Ortu Gen Z Rela Utang Demi “Growth Chart” Anak di Sosmed?

Numpang di Rumah Mertua Bukan Berarti Tidak Mandiri

Stigma sosial sering membuat pasangan muda merasa harus segera memiliki rumah sendiri setelah menikah. Padahal, mandiri secara finansial tidak selalu berarti harus langsung punya alamat baru.

Tinggal bersama mertua bisa menjadi fase sementara untuk mengumpulkan uang muka rumah, membangun dana darurat, melunasi utang, atau menyiapkan modal usaha. Yang menentukan bukan sekadar tempat tinggal, tetapi apakah pasangan tetap punya kendali atas rencana keuangannya.

Bahkan, tinggal bersama keluarga memang dapat membantu pasangan menabung ketika biaya hunian menjadi beban yang lebih ringan.

Baca Juga: Kenapa Anak-anak Nggak Perlu Tinggal di Kota Besar untuk Sukses — Tren 2026 Membuktikan

Jadikan Tinggal Bersama Sebagai Proyek Finansial

Masalah muncul ketika “sementara” tidak pernah memiliki tanggal evaluasi. Supaya strategi ini tidak berubah menjadi ketergantungan, pasangan perlu membuat target yang konkret.

Misalnya, sepakati bahwa selama dua tahun tinggal di rumah mertua, pasangan akan menabung Rp5 juta per bulan. Dalam 24 bulan, terkumpul Rp120 juta sebelum memperhitungkan hasil investasi atau perubahan kondisi keuangan.

Target semacam ini jauh lebih sehat daripada sekadar berkata, “Nanti kalau sudah punya uang, baru pindah.”

Baca Juga: Slow Living Bukan Tren Bule — Ini Alasan Gen Z Indonesia Mulai Memilih Hidup Lebih Pelan

Aturan Uang Harus Dibicarakan Sejak Awal

Tinggal serumah berarti ada lebih banyak orang dalam satu sistem pengeluaran. Karena itu, urusan listrik, air, belanja dapur, internet, hingga kebutuhan rumah sebaiknya dibicarakan sejak awal agar tidak muncul asumsi yang berbeda.

Komunikasi soal biaya harian juga penting karena pengeluaran dapat berubah ketika jumlah penghuni bertambah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X