Vaksinasi Lengkap Mampu Mengurangi Resiko Kematian Akibat Covid-19. Ini Faktanya

photo author
Leonardo Pamungkas, TitikTemu.co
- Selasa, 15 Februari 2022 | 17:36 WIB
Vaksinasi penting untuk mencegah kematian dan keparahan penyakit (Instagram @kemenkes_ri)
Vaksinasi penting untuk mencegah kematian dan keparahan penyakit (Instagram @kemenkes_ri)

TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 1.090 pasien meninggal di masa varian Omicron mendominasi kasus COVID-19 di Indonesia.

Di antara yang meninggal itu, sebanyak 68 persen belum divaksinasi lengkap. Data ini diperoleh Per Minggu (13/2/2022).

Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes mengatakan vaksinasi lengkap dua dosis menjadi salah satu upaya mencegah pasien untuk penderita gejala berat hingga risiko kematian akibat terinfeksi COVID-19.

Baca Juga: Indonesia Terus Mengembangkan Vaksin Merah Putih Produksi Sendiri. Apa Bedanya Dengan Vaksin Lainnya

“Dari data 1090 pasien yang meninggal hingga Minggu, 13 Februari 2022, 68 persen di antaranya belum divaksinasi lengkap. Sebanyak 76 persen usianya lebih dari 45 tahun, 49 persen masuk golongan lanjut usia (lansia), dan 48 persen memiliki komorbid,” kata Nadia Senin, 14 Februari 2022.

Baca Juga: Segera Terbit Sertifikat Halal Vaksin Merah Putih

Per Senin, 14 Februari 2022, kasus meninggal harian mencapai 145 jiwa per hari, jauh dibandingkan puncak Delta yang menyentuh angka 1800 jiwa per hari.

Selain upaya pencegahan melalui percepatan laju vaksinasi, testing dan tracing. Dari sisi kapasitas rumah sakit (RS), per Senin (14/2) pukul 18.30 WIB, pasien yang dirawat ada di 32 persen dari total ketersediaan tempat tidur dan isolasi.

Baca Juga: Karantina untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) Segera Ditiadakan. Begini Syarat dan Ketentuannya

Nadia mengatakan Kemenkes terus memperkuat layanan kesehatan. Ia pun mengimbau masyarakat, termasuk anak-anak dan kelompok lansia, untuk segera melengkapi vaksinasi.

Vaksinasi telah terbukti mampu melindungi dari risiko gejala berat hingga kematian akibat terpapar COVID-19. Terlebih setelah vaksinasi lengkap plus vaksinasi booster sebagai tambahan.

Baca Juga: POSTINGAN MAS MAR… Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior/Penulis Buku

Apabila dibandingkan jumlah kasus meninggal di masa dominasi varian Omicron dengan puncak gelombang Delta 2021 lalu, perbandingan kasusnya masih sangat jauh.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: infopublik.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X