nasional

Berebut Tahta Keraton Surakarta: Tedjowulan vs Putra Mahkota, Siapa Penerus Sah PB XIII?

Jumat, 7 November 2025 | 10:00 WIB
Berebut Takhta Keraton Surakarta: Tedjowulan vs Putra Mahkota, Siapa Penerus Sah PB XIII? (ANTARAFOTO/Mohammad Ayhuda)

Sebelum deklarasi, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai, putri tertua PB XIII dari pernikahan pertama, mengonfirmasi sang ayah sudah menunjuk Gusti Purboyo sebagai Putra Mahkota.

“Gusti Adipati (Hamangkunegoro) sudah ditetapkan oleh ayahanda sebagai Putra Mahkota,” ujar Timoer Rumbai pada Selasa (4/11).

Gusti Timoer menegaskan dalam masa transisi ini, Hamangkunegoro akan menjalankan tugas-tugas raja sambil menunggu proses penobatan resmi.

Pernyataan ini memperkuat legitimasi klaim Hamangkunegoro sebagai penerus langsung PB XIII.

Masa Depan Keraton Surakarta

Situasi ini menempatkan Keraton Surakarta pada titik krusial. Perebutan takhta antara Tedjowulan dan Hamangkunegoro mengingatkan publik pada konflik internal panjang yang sempat membelah keraton pada awal 2000-an.

Kala itu, keraton sempat terpecah menjadi dua kubu besar: kubu Hangabehi dan kubu Tedjowulan, konflik yang baru mereda beberapa tahun terakhir.

Kini, usai wafatnya PB XIII, bayang-bayang perpecahan itu kembali muncul. Banyak pihak, termasuk Pemerintah Kota Surakarta dan tokoh budaya Jawa, berharap agar proses penetapan raja baru dilakukan secara damai dan bermartabat.

“Keraton adalah simbol budaya, bukan hanya milik satu keluarga. Harus dijaga agar tak terpecah lagi,” ujar salah satu pengamat budaya Solo.

Baca Juga: Ribuan Warga Lepas Jenazah Paku Buwono XIII ke Imogiri, Tedjowulan Kawal Keraton Surakarta hingga Penobatan Raja Baru 

Meski dua tokoh besar Keraton Surakarta sama-sama mengklaim peran penting dalam masa transisi, masa depan Keraton Surakarta tampaknya masih menunggu siapa yang akan dinobatkan sebagai PB XIV.

Apakah Gusti Purboyo yang mewarisi darah langsung dari raja terakhir, atau Tedjowulan yang memiliki dasar administratif kuat dan pengalaman panjang dalam mengelola keraton?

Jawaban itu akan menentukan arah masa depan salah satu simbol kebudayaan Jawa yang paling bersejarah.***

Halaman:

Tags

Terkini