Eddy mengungkapkan bahwa tata ruang Keraton Kasunanan Surakarta memiliki makna filosofis yang mencerminkan perjalanan hidup manusia.
“Alun-Alun Selatan menggambarkan alam awang-uwung, yaitu dunia setelah kematian. Karena itu, rute pemakaman menuju ke selatan menjadi simbol perjalanan jiwa manusia kembali kepada Sang Pencipta,” jelasnya.
Menurutnya, setiap bangunan di kompleks keraton memiliki nilai simbolik, bukan sekadar bangunan fisik. “Seperti pesan PB X, keraton adalah tempat belajar tentang kehidupan, dari lahir hingga meninggal,” tambahnya.
Baca Juga: Sejarah Panjang Raja-Raja Solo: Dari Pakubuwono III hingga PB XIII yang Baru Wafat
Pengamanan dan Imbauan untuk Masyarakat
Pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sepanjang jalur prosesi. Beberapa ruas jalan utama di Solo dan Yogyakarta akan diberlakukan sistem buka-tutup situasional.
Polresta Solo s menurunkan 469 personel untuk mengamankan prosesi. Sementara petugas gabungan dari Polda DIY, Polresta Sleman, dan Polres Bantul juga disiagakan di titik-titik strategis.
Masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada PB XIII diimbau agar tidak berdesak-desakan dan selalu mengikuti arahan petugas.
Rute Menuju Imogiri
Perjalanan dari Solo ke Yogyakarta diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu jam lebih. Informasi dari Polda DIY memperkirakan jenazah PB XIII akan tiba di wilayah Yogyakarta sekitar pukul 09.30 WIB.
Setiba di Jogja, rute dimulai dari Jalan Solo, Ring Road Selatan, melewati Perempatan Gondowulung dan Simpang Karangturi, hingga Jalan Imogiri Timur, sebelum akhirnya tiba di kompleks Makam Raja-Raja Imogiri.
“Kami sudah menyiapkan pengamanan di seluruh jalur yang akan dilalui rombongan pembawa jenazah hingga ke lokasi pemakaman,” ujar Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, dilansir dari Antara.
Baca Juga: Prosesi Pemakaman PB XIII: Kirab Agung dan Tradisi Adat, Ini Jadwalnya
Warisan Terakhir Sang Raja
Pemakaman PB XIII menjadi momen penting bagi masyarakat Surakarta dan Yogyakarta. Prosesi ini juga mengingatkan kembali pada nilai-nilai budaya Jawa yang luhur.