TITIKTEMU.CO - Masyarakat sipil hingga lembaga survey memberikan catatan terhadap satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Selama 12 bulan terakhir, duet Presiden dan Wakil Presiden ini menghadapi beragam tantangan, mulai dari ekonomi yang belum pulih, lemahnya penegakan hukum, hingga isu konsolidasi politik kekuasaan.
Sejumlah lembaga riset dan masyarakat sipil pun memberikan catatan penting atas perjalanan tahun pertama pemerintahan ini. Berikut ini catatan dari sejumlah lembaga survei.
Turunnya Skor Kinerja: Tanda Peringatan dari Publik
Lembaga riset Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran masih jauh dari ekspektasi publik.
Dalam survei terbaru mereka, kabinet Prabowo-Gibran hanya memperoleh nilai 3 dari 10, turun dari skor 5 pada periode 100 hari pertama.
Direktur Kebijakan Fiskal Celios, Media Wahyu Askar, menjelaskan penurunan skor menunjukkan lemahnya koordinasi antar kementerian, komunikasi publik buruk, dan lambatnya realisasi program prioritas.
“Selama setahun terakhir, banyak kebijakan yang belum menunjukkan dampak nyata bagi publik,” ujarnya dalam rapor kinerja satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Selain itu, survei Celios juga menemukan bahwa 45 persen responden merasa kondisi ekonomi rumah tangganya stagnan, 27 persen lebih buruk, dan hanya 28 persen yang merasa lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
Hasil ini, jelas Wahyu, menjadi sinyal bahwa program ekonomi pemerintah belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Klaim Ekonomi RI Mulai Pulih, Tapi Pengangguran Muda Masih Tinggi
Penegakan Hukum Masih Jadi Sorotan