Namun, tetap ada 19,3 persen publik yang menyatakan tidak puas. Alasannya beragam, mulai dari ekonomi yang belum stabil, bantuan sosial yang belum merata, hingga harga kebutuhan pokok yang masih tinggi.
“Lima faktor ini menjadi catatan penting bagi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk diperbaiki ke depan,” ujar Hanta.
Baca Juga: 23 Juta Peserta Menunggak, Pemerintah Siapkan Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan
Harapan untuk Tahun Kedua Pemerintahan
Meski demikian, publik masih berharap besar pada pemerintahan Prabowo-Gibran. Program makan bergizi gratis, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, hingga reformasi hukum diharapkan bisa benar-benar terealisasi di tahun kedua pemerintahan.
Kalangan analis menilai, tahun kedua akan menjadi ujian penting bagi Prabowo dan Gibran untuk menunjukkan arah kepemimpinan yang lebih mandiri dan terukur.
Tantangan utamanya adalah menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global, memperkuat reformasi hukum, dan menghindari politik balas budi yang berlebihan.
Masyarakat juga menanti langkah nyata dalam memperluas lapangan kerja, menurunkan harga kebutuhan pokok, dan memperbaiki kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.***
Artikel Terkait
Bara Panas Proyek Whoosh: Mahfud MD Tantang KPK Usut Dugaan Mark Up Tanpa Menunggu Laporan!
Mengapa Menkeu Purbaya Tolak Utang Kereta Cepat Woosh Dibayar APBN? Cek Besarannya
Kejagung Sita Aset Diduga Milik Riza Chalid Terkait Kasus Korupsi Minyak Pertamina
Mahfud MD Nilai Permintaan KPK Soal Laporan Dugaan Mark Up Proyek Whoosh Sebagai Langkah Aneh
Kontroversi Proyek Kereta Cepat Whoosh: Dari Skema Jepang ke China, Siapa yang Tanggung Beban Utang?