Menanggapi persoalan tersebut, Armuji meminta agar pendataan masyarakat dapat disesuaikan dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Menurutnya, pihak yang melakukan pendataan perlu melihat kondisi warga secara langsung sehingga masyarakat yang memang membutuhkan bantuan tidak kehilangan haknya akibat ketidaksesuaian data.
Baca Juga: Viral Pelajar Tertemper KRL di Kalideres Jakbar hingga Tewas, Warga Histeris saat Proses Evakuasi
“Untuk kelurahan, RT, RW, lihat kondisi real warga kita. Warga yang tidak mampu, ya sampaikan tidak mampu,” ujar Armuji.
Ia juga menyoroti pentingnya pembaruan data desil agar masyarakat yang memenuhi kriteria bantuan dapat memperoleh haknya.
“Kalau memang desilnya 5 ke bawah, tulis 5 ke bawah supaya warga mendapatkan haknya untuk bisa mendapatkan bantuan. BPS harus berani mengubah,” sambungnya.
Armuji mengatakan akan menemui pihak Badan Pusat Statistik (BPS) untuk membahas persoalan tersebut dan mencari solusi terkait ketidaksesuaian data.
Ia juga menilai kondisi ekonomi Drea perlu menjadi pertimbangan, mengingat mahasiswi tersebut harus berjualan gantungan kunci untuk membantu memenuhi kebutuhan kuliahnya, sementara ayahnya diketahui bekerja sebagai pengantar galon air isi ulang.***
Artikel Terkait
Viral Pelajar Tertemper KRL di Kalideres Jakbar hingga Tewas, Warga Histeris saat Proses Evakuasi
Update KRL Bogor-Tangerang Kembali Normal usai 2 Insiden di Cawang dan Rawa Buaya, Sempat Telat hingga 1 Jam
Nenek 84 Tahun Selamat Setelah 4 Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa NTT, Ditemukan dalam Kondisi Stabil
Kabut Asap Karhutla Selimuti Banjarbaru, Jarak Pandang Cuma 5-10 Meter: Warga Khawatir Kecelakaan
Viral Remaja 17 Tahun Padamkan Karhutla di Palangka Raya Pakai Kostum Superman, Ini Alasannya