TITIKTEMU.CO-Ada jenis kehilangan yang tidak selalu datang dalam bentuk perpisahan. Kadang, ia justru terasa seperti menunggu sesuatu yang sejak awal mungkin tidak pernah benar-benar menjadi milik kita.
Perasaan semacam itulah yang coba dirangkai Nadin Amizah melalui album terbarunya, Laika, Yang Ditinggalkan. Album penuh ketiganya resmi dirilis pada 28 Agustus 2026 melalui label Sorai, membawa 11 trek yang bergerak di antara kerinduan, luka, kesepian, dan kehilangan.
Namun Nadin tidak sekadar membuat album tentang patah hati. Ia mengambil kisah seekor anjing bernama Laika sebagai pintu masuk untuk membicarakan sesuatu yang jauh lebih dekat dengan manusia: keinginan untuk dicintai dan memiliki tempat untuk pulang.
Baca Juga: Kuota Internet Tak Boleh Hangus Lagi? Ultimatum Pemerintah ke Operator Dimulai
Laika dan Kisah tentang Makhluk yang Dikirim Pergi
Nama Laika tentu bukan sekadar pilihan estetis. Dalam sejarah eksplorasi luar angkasa Uni Soviet, Laika dikenal sebagai anjing betina yang dikirim dalam misi satu arah ke luar angkasa.
Perjalanan tersebut berakhir tragis. Laika mati pada hari keempat penerbangan akibat panas berlebih dan stres ekstrem di dalam kabin.
Bagi Nadin, kisah itu menyimpan ironi yang kuat. Laika, dalam pandangannya, adalah makhluk yang semestinya mendapatkan kasih sayang, perawatan, dan kehidupan yang layak, tetapi justru ditempatkan sebagai alat untuk memenuhi ambisi manusia.
Baca Juga: Download PVZ Fusion 3.9 Terbaru 2026: Fitur Baru untuk Android dan PC
Dari sana, lahirlah pertanyaan yang terasa sederhana sekaligus menusuk: bagaimana rasanya ketika kita hanya dibutuhkan untuk sebuah tujuan, tetapi tidak pernah benar-benar dicintai?
“Yearning” Menjadi Napas Album
Konsep utama Laika, Yang Ditinggalkan bertumpu pada satu perasaan: yearning, atau kerinduan yang begitu dalam terhadap seseorang maupun sesuatu yang terasa seperti rumah.
Kerinduan tersebut tidak selalu berarti ingin kembali kepada seseorang. Bisa juga berupa keinginan untuk menemukan tempat di mana diri sendiri akhirnya merasa cukup.
Baca Juga: Magang Tanpa Gaji Masih Legal? Ini Alasan Gen Z Sulit Bilang “Tidak”
Karena itu, album ini terasa lebih luas daripada sekadar kumpulan lagu tentang kehilangan. Nadin mencoba menyentuh kesepian yang muncul ketika seseorang terus mencari kasih, tetapi tidak kunjung menemukannya.
Salah satu lapisan yang turut dibicarakan adalah pengalaman anak-anak yang tumbuh dengan figur ayah yang meninggalkan mereka. Luka semacam itu sering kali tidak terlihat ketika seseorang sudah dewasa, tetapi bukan berarti ia benar-benar hilang.
Artikel Terkait
Apakah 31 Agustus 2026 Tanggal Merah? Cek Daftar Libur Nasional Agustus 2026 Menurut SKB 3 Menteri
100 Days of Deception Segera Tayang, Ada Sato Shinichi yang Bikin Suasana Mendadak Berubah
Dapur MBG Bisa Dibuka Pakai Uang? BGN Bongkar Modus Oknum yang Catut Nama Pimpinan
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Tutup Malam Ini, STAN Jadi Rebutan 22 Ribu Pelamar!
Download PVZ Fusion 3.9 Terbaru 2026: Fitur Baru untuk Android dan PC
Kuota Internet Tak Boleh Hangus Lagi? Ultimatum Pemerintah ke Operator Dimulai
KIP Kuliah 2026 Belum Tutup! Masih Ada Waktu, Tapi Jangan Tunggu Sampai Oktober