Loyalis Bandar Narkoba Kampung Bahari Serang Petugas dengan Mercon, Polisi Balas Tembak Gas Air Mata

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:10 WIB
Penyerangan oleh loyalis MR menggunakan mercon, saat petugas melakukan penggerebekan di Kampung Bahari. (Threads.com/@unit_lingkar_swargantara)
Penyerangan oleh loyalis MR menggunakan mercon, saat petugas melakukan penggerebekan di Kampung Bahari. (Threads.com/@unit_lingkar_swargantara)

Namun, ketika petugas hendak memasuki lokasi, sejumlah orang yang diduga loyalis MR melakukan perlawanan.

"Kemudian ada perlawanan dari mereka, pakai mercon dan petasan, baru kita pukul mundur," ujar Roy.

Polisi Diserang, Gas Air Mata Ditembakkan

Perlawanan tersebut membuat situasi di kawasan Kampung Bahari memanas. Aparat yang berada di lokasi kemudian melakukan tindakan untuk mengendalikan keadaan.

Gas air mata ditembakkan untuk membubarkan kelompok yang melakukan serangan terhadap petugas.

Dalam kejadian tersebut, satu anggota polisi dilaporkan mengalami luka di area bawah mata.

Sementara itu, personel gabungan terus melakukan penjagaan di sejumlah titik untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan lanjutan.

Baca Juga: Kepala SPPG Karanganyar Muntah usai Cicip Menu MBG, 94 Paket Ayam Rempah Langsung Ditarik

Uang Rp1,27 Miliar dan Aset Rp39,9 Miliar Diamankan

Selain menangkap MR, BNN juga mengembangkan kasus tersebut hingga penelusuran aset yang diduga berkaitan dengan jaringan narkotika.

Dari pengembangan tersebut, petugas mengamankan uang tunai sekitar Rp1,27 miliar.

Selain uang tunai, nilai aset yang berhasil diamankan disebut mencapai hampir Rp39,9 miliar.

"Sudah diamankan uang tunai Rp1,27 miliar dengan aset menyentuh Rp39,9 miliar, perhitungan aset berdasarkan pengembangan lebih lanjut," jelas Roy.

Petugas juga menyita sejumlah barang bukti lain dalam operasi tersebut. Di antaranya dua unit sepeda motor, dua mobil, serta lima telepon seluler.

Barang bukti narkotika berupa ganja atau yang disebut ganja gorila turut diamankan. Aparat juga menemukan sejumlah benda berbahaya seperti senjata api, samurai, peluru, serta petasan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X