Kisah Haru Siswa Papua Bawa Sayur dan Buah dari Kebun untuk Guru, Bukti Ketulusan dan Rasa Syukur

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:06 WIB
Mengintip momen haru anak-anak sekolah di Papua yang berbagi hasil ladang berupa sayur dan buah untuk para gurunya. (Instagram.com/@guru.papua)
Mengintip momen haru anak-anak sekolah di Papua yang berbagi hasil ladang berupa sayur dan buah untuk para gurunya. (Instagram.com/@guru.papua)

TITIKTEMU.CO Berbagi tidak selalu harus dilakukan dengan sesuatu yang mewah atau bernilai mahal. Terkadang, pemberian sederhana yang dilakukan dengan ketulusan justru memiliki makna yang jauh lebih dalam.

Hal tersebut tergambar dalam kisah yang dibagikan seorang guru di Papua, Ajup Antukali. Ia menceritakan kebiasaan para siswanya yang datang ke sekolah dengan membawa sayur dan buah hasil kebun mereka untuk diberikan kepada guru.

Momen sederhana tersebut kemudian mendapat perhatian di media sosial karena dianggap menjadi gambaran tentang ketulusan, rasa syukur, serta karakter baik yang tumbuh dalam diri anak-anak Papua.

"Papua tidak kekurangan sayur dan buah untuk makanan bergizi," tulis Ajup melalui akun Instagram @guru.papua, dikutip pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Lantas, apa makna di balik kebiasaan para siswa membawa hasil kebun mereka ke sekolah?

Baca Juga: Sempat Pertanyakan Arti Kemerdekaan, Tukang Cukur Bogor Akhirnya Minta Maaf dan Klarifikasi

Siswa Bawa Hasil Kebun untuk Guru

Ajup mengisahkan, para siswa di daerah pedalaman Papua kerap datang ke sekolah sambil membawa sayuran dan buah-buahan yang mereka peroleh dari kebun.

Menurutnya, pemberian tersebut bukan karena adanya permintaan dari guru ataupun kewajiban yang harus dilakukan para siswa.

Lebih dari itu, tindakan tersebut lahir dari kesadaran mereka untuk berbagi dengan orang lain.

"Di pedalaman Papua, saya belajar bahwa kekayaan bukan selalu diukur dari apa yang dimiliki, tetapi dari hati yang mau berbagi," ungkap Ajup.

Ia menilai, meski hidup dalam kondisi sederhana, anak-anak tersebut telah memahami bahwa berbagi merupakan bentuk kebaikan yang tidak harus menunggu seseorang memiliki banyak harta.

Baca Juga: Cegah Penyalahgunaan AI di Kalangan Pelajar, Polres Pemalang Gelar Sosialisasi Paham AI di SMKN 1

Papua Punya Potensi Pangan yang Melimpah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X