TITIKTEMU.CO-Pinjaman online atau pinjol semakin akrab dengan kehidupan anak muda.
Cukup beberapa klik di smartphone, dana bisa langsung cair dalam hitungan menit.
Namun di balik kemudahan itu, ada fakta yang cukup mengkhawatirkan: anak muda menjadi kelompok yang paling banyak mengalami kredit macet pinjol.
Data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa kelompok usia produktif, terutama rentang 19–34 tahun, menyumbang sekitar 48,65% dari total kredit macet pinjaman online di Indonesia per Maret 2026.
Angka ini menjadikan generasi muda sebagai penyumbang terbesar gagal bayar di industri pinjol.
Bagi Gen Z yang kini mulai aktif menggunakan layanan keuangan digital, data ini seharusnya menjadi alarm penting.
Kenapa Anak Muda Paling Banyak Macet di Pinjol?
Ada beberapa faktor yang membuat kelompok usia muda lebih rentan terjebak utang pinjol.
Pertama, akses yang terlalu mudah.
Berbeda dengan pinjaman bank yang membutuhkan banyak dokumen, pinjol menawarkan proses cepat dan praktis. Akibatnya, banyak orang mengambil pinjaman tanpa benar-benar menghitung kemampuan bayar mereka.
Kedua, tingginya kebutuhan konsumtif.
Tidak sedikit pinjaman digunakan untuk membeli gadget, kebutuhan gaya hidup, liburan, hingga menutup tagihan lain.
Artikel Terkait
Daniel Karmel Fernando Resmi Jadi Direksi PLN, Ini Profilnya Dari Engineer ITB hingga Pengatur Masa Depan Listrik Indonesia
BRI Klarifikasi Kasus Bu Mien di Wonosobo, Tegaskan Kredit Rp3 Miliar Berstatus Macet Sejak 2023
Lampu Padam, Investasi Ikut Redup? Dunia Usaha Mulai Cemas dengan Pemadaman Listrik Bergilir
41 Aset Disita OJK, Jejak Rp15,47 Miliar Dana Fiktif di Bank Syariah Ini Mulai Terkuak
Klasemen Sementara Piala Dunia 2026 Terbaru 22 Juni: Meksiko dan USA Sempurna, Sejumlah Tim Terancam Tersingkir
Cara Menentukan Tim Lolos ke Babak Gugur Piala Dunia 2026, Ini Aturan Lengkap dan Skenario Terbarunya
Alireza Beiranvand Jadi Tembok Kokoh Iran, Gagalkan Belgia dan Raih Man of the Match di Piala Dunia 2026