TITIKTEMU.CO-Tidak banyak orang yang memulai karier dari balik meja teknis lalu berakhir di ruang rapat para pengambil keputusan nasional.
Namun itulah jalur yang ditempuh Daniel Karmel Fernando Tampubolon, sosok yang kini resmi dipercaya mengisi posisi penting di jajaran Direksi PLN.
Dalam perombakan manajemen yang diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, Daniel ditunjuk sebagai Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN.
Jabatan tersebut bukan sekadar kursi baru, melainkan salah satu posisi yang menentukan arah pembangunan sistem kelistrikan Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Bagi sebagian orang, nama Daniel mungkin belum terlalu familiar. Namun di lingkungan PLN, ia bukan sosok baru.
Baca Juga: Tagihan Listrik Bisa Jadi Petunjuk Pajak? Begini Cara Coretax Membaca Jejak Aktivitas Warga
Perjalanan profesionalnya dimulai hampir dua dekade lalu. Setelah menyelesaikan pendidikan Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2006, Daniel bergabung dengan PLN sebagai seorang engineer pada tahun berikutnya.
Saat banyak lulusan teknik bermimpi membangun startup atau bekerja di perusahaan multinasional, Daniel memilih jalur yang mungkin tidak terlalu sering menjadi sorotan: membangun fondasi sistem kelistrikan nasional.
Pilihan itu ternyata membawanya ke berbagai pengalaman yang membentuk kariernya hari ini.
Selama bertahun-tahun, ia terlibat dalam berbagai proyek yang berkaitan dengan jaringan distribusi, perencanaan sistem tenaga listrik, pengelolaan aset, hingga pengembangan teknologi smart grid atau jaringan listrik pintar.
Di tengah perubahan industri energi global, smart grid menjadi salah satu kata kunci penting.
Teknologi ini memungkinkan sistem listrik bekerja lebih efisien, responsif, dan siap menghadapi tantangan masa depan, termasuk integrasi energi terbarukan.
Tidak berhenti pada kemampuan teknis, Daniel juga memperkuat kapasitas manajerialnya dengan melanjutkan pendidikan ke Curtin University, Australia.
Artikel Terkait
100 Tahun Menghilang, Burung Misterius Ini Tiba-Tiba Muncul Lagi di Indonesia dan Mengejutkan Para Peneliti
Satu Keputusan Finansial di Usia 25 yang Bisa Bernilai Rp1 Miliar Saat Anda Berusia 55 Tahun
Libur Sekolah Jadi Momen Hemat Rp3 Triliun, Tapi Kenapa Program MBG Malah Menuai Gelombang Protes?
Kenapa Kopi Sachet Seharga 3 Ribu Itu Lebih Revolusioner dari Cold Brew 80 Ribu?
Tagihan Listrik Bisa Jadi Petunjuk Pajak? Begini Cara Coretax Membaca Jejak Aktivitas Warga
Generasi yang Tumbuh Tanpa Mall Kini Mendefinisikan Ulang 'Nongkrong' — Ini Hasilnya
Keuangan Syariah Bukan Cuma untuk yang Religius — Ini Logika Bisnis yang Membuatnya Terus Tumbuh