Solusinya tidak harus rumit.
Sekolah bisa mulai dari kelas praktis satu semester tentang uang dan kehidupan dewasa.
Materinya sederhana: budgeting, menabung, pajak dasar, utang sehat, investasi dasar, hingga keamanan finansial digital.
Guru juga tidak harus tahu semuanya sendiri.
Sekolah bisa bekerja sama dengan praktisi, lembaga keuangan terpercaya, atau platform edukasi yang netral.
Yang penting siswa mendapat bekal nyata, bukan sekadar teori.
Orang tua juga punya peran besar.
Menjelaskan uang di rumah bukan hal tabu. Anak perlu tahu bahwa uang didapat lewat usaha, harus dikelola, dan tidak selalu bisa memenuhi semua keinginan.
Sekolah yang hanya menyiapkan nilai ujian tetapi tidak menyiapkan kehidupan nyata perlu dievaluasi.
Bukan berarti membuang pelajaran lama, tetapi menambah hal yang benar-benar dibutuhkan generasi sekarang.
Integral bisa melatih otak. Tetapi memahami pajak, utang, dan tabungan bisa menyelamatkan masa depan.
Jika pendidikan ingin relevan, maka kelas keuangan pribadi bukan tambahan lagi. Itu kebutuhan.***
Artikel Terkait
Film Horor Korea Salmokji Meledak di Box Office: Tembus 2 Juta Penonton dan Bangkitkan Tren Horor
Baru 13 Hari Tayang, Film Ghost in the Cell Tembus 2 Juta Penonton dan Jadi Fenomena Baru di Bioskop Indonesia
Universitas Swasta Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026, Referensi Kampus Favorit Calon Mahasiswa
Review Drakor If Wishes Could Kill (2026): Horor Sekolah dengan Aplikasi Pengabul Keinginan yang Berujung Kutukan
El Nino vs Musim Kemarau: Kenapa Cuaca Bisa Lebih Panas? BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Terjadi Agustus
Gen Z Mulai Tinggalkan Brand Mewah: Jika Bukan Logo Mahal, Lalu Apa yang Mereka Cari?
Suka Project Hail Mary? Ini 5 Film Sci-Fi Luar Angkasa yang Bikin Otak dan Emosi Ikut Terbang
Rumah Bukan Sekadar Tempat Tinggal: Kini Jadi Klinik Longevity untuk Hidup Lebih Panjang dan Sehat
Rencana Penghapusan Prodi Dinilai Berbahaya: Kampus Bisa Berubah Jadi “Pabrik Tenaga Kerja” Industri
Bukan Cuma Uang, Sekarang Orang Mulai Investasi pada Otak: Inilah Konsep “Brain Wealth”