Banyak orang bekerja bertahun-tahun tetapi tidak punya tabungan.
Banyak yang terjebak cicilan konsumtif karena tidak paham bunga.
Banyak pasangan muda stres karena tidak pernah belajar mengatur keuangan rumah tangga.
Literasi keuangan seharusnya bukan ilmu elit. Ini kebutuhan dasar. Sama pentingnya dengan membaca dan berhitung.
Karena hampir semua keputusan hidup berkaitan dengan uang, mulai dari pendidikan, tempat tinggal, kesehatan, sampai masa pensiun.
Bayangkan jika siswa sejak SMA diajarkan cara membuat anggaran sederhana. Mereka belajar membedakan kebutuhan dan keinginan.
Mereka paham cara kerja kartu kredit, pinjaman online, pajak penghasilan, dan dana darurat. Dampaknya bisa besar saat dewasa nanti.
Pelajaran ini juga dapat menurunkan risiko salah keputusan finansial.
Anak muda tidak mudah tertipu investasi palsu.
Mereka lebih siap menghadapi gaji pertama. Mereka tahu bahwa gaya hidup mewah belum tentu sehat secara keuangan.
Kurikulum modern seharusnya mengikuti kebutuhan zaman.
Dunia berubah cepat. Teknologi berkembang.
Sistem kerja berubah. Beban ekonomi generasi muda makin berat.
Jika sekolah tidak menyiapkan siswa menghadapi realita, maka pendidikan kehilangan sebagian fungsinya.
Artikel Terkait
Film Horor Korea Salmokji Meledak di Box Office: Tembus 2 Juta Penonton dan Bangkitkan Tren Horor
Baru 13 Hari Tayang, Film Ghost in the Cell Tembus 2 Juta Penonton dan Jadi Fenomena Baru di Bioskop Indonesia
Universitas Swasta Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026, Referensi Kampus Favorit Calon Mahasiswa
Review Drakor If Wishes Could Kill (2026): Horor Sekolah dengan Aplikasi Pengabul Keinginan yang Berujung Kutukan
El Nino vs Musim Kemarau: Kenapa Cuaca Bisa Lebih Panas? BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Terjadi Agustus
Gen Z Mulai Tinggalkan Brand Mewah: Jika Bukan Logo Mahal, Lalu Apa yang Mereka Cari?
Suka Project Hail Mary? Ini 5 Film Sci-Fi Luar Angkasa yang Bikin Otak dan Emosi Ikut Terbang
Rumah Bukan Sekadar Tempat Tinggal: Kini Jadi Klinik Longevity untuk Hidup Lebih Panjang dan Sehat
Rencana Penghapusan Prodi Dinilai Berbahaya: Kampus Bisa Berubah Jadi “Pabrik Tenaga Kerja” Industri
Bukan Cuma Uang, Sekarang Orang Mulai Investasi pada Otak: Inilah Konsep “Brain Wealth”