Perebutan Takhta Keraton Surakarta Berulang, Ini Fakta-fakta Terbaru Konflik Raja Kembar

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 15 Desember 2025 | 11:00 WIB
Perebutan Takhta Keraton Surakarta Berulang, Ini Fakta-fakta Terbaru Konflik Raja Kembar. (ANTARAFOTO/Maulana Surya)
Perebutan Takhta Keraton Surakarta Berulang, Ini Fakta-fakta Terbaru Konflik Raja Kembar. (ANTARAFOTO/Maulana Surya)

Ketegangan antara dua saudara ini terlihat jelas di ruang publik. Pada Jumat (21/11), keduanya diketahui menunaikan salat Jumat di Masjid Agung Solo.

Meski berada di masjid dan saf yang sama, Pakubuwono XIV versi Purbaya dan Pakubuwono XIV versi Mangkubumi tidak saling menyapa. Padahal posisi duduk mereka berdekatan.

Purbaya berada tepat di belakang imam, sementara Mangkubumi duduk di saf belakang sisi k9iri imam. Sikap dingin ini menunjukkan konflik keluarga tersebut belum menemukan jalan damai.

Upacara Jumenengan Dalem Nata Belum Digelar

Di tengah klaim kepemimpinan Mangkubumi, upacara adat Jumenengan Dalem Nata sebagai peneguhan resmi raja Keraton Surakarta belum juga dilaksanakan.

Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, GKR Koes Murtiyah Wandansari atau Gusti Moeng, menegaskan bahwa Mangkubumi sudah sah menjadi raja.

Namun, pelaksanaan upacara masih menunggu pertimbangan tertentu, termasuk “tanda alam” sesuai paugeran keraton.

Selain itu, LDA juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Republik Indonesia sebagai bentuk penghormatan terhadap status Keraton Surakarta yang telah menyatu dengan NKRI.

Dalam tradisi keraton, Jumenengan Dalem Nata wajib disertai pementasan tari sakral Bedhaya Ketawang di Sasana Sewaka. Hingga kini, prosesi tersebut belum dilaksanakan.

Baca Juga: Setelah Penobatan Paku Buwono XIV Purbaya sebagai Raja Baru, Bagaimana Masa Depan Keraton Surakarta?

Penggantian Gembok dan Polemik Museum Keraton

Situasi memanas pada Sabtu (13/12), ketika sejumlah pegawai Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X diminta keluar dari Museum Keraton Surakarta.

Kejadian ini terjadi bersamaan dengan aksi penggantian gembok di sejumlah pintu keraton oleh kubu Purbaya.

Juru bicara Pakubuwono XIV Purbaya, KPA Singonagoro, mengakui pihaknya mengganti gembok di sekitar 10 titik, termasuk Kori Kamandungan, Kasentanan, Sasana Handrawina, perpustakaan, hingga museum.

Langkah ini untuk memudahkan Babadan atau kabinet bentukan Purbaya dapat bekerja dengan optimal. Namun, dia membantah adanya pengusiran pegawai BPK.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X