TITIKTEMU.CO - Kebakaran hebat yang menewaskan 22 orang di Gedung Terra Drone Indonesia, Kemayoran, Jakarta Pusat, tidak hanya menyisakan duka.
Tragedi itu justru memunculkan speskulasi tentang cakupan operasi perusahaan penyedia layanan drone terbesar di dunia yang bermarkas di Jepang tersebut.
Apa yang semula dianggap sebagai peristiwa kebakaran biasa, mendadak berubah menjadi sorotan publik mengenai jejak bisnis yang selama ini luput dari hiruk-pikuk pemberitaan.
Insiden ini memunculkan spekulasi bahwa kebakaran itu secara tidak sengaja membuka peta besar pemetaan lahan sawit yang selama bertahun-tahun yang digarap Terra Drone.
JIka spesifikasi benar, mengapa perusahaan teknologi asal Jepang itu memiliki keterlibatan penting dalam pemetaan ratusan ribu hektare konsesi perkebunan sawit di Sumatera?
Duka, Tragedi dan Prosedur Keselamatan
Investigasi awal kepolisian mengindikasikan kebakaran dipicu korsleting baterai litium dari unit-unit drone yang tengah diisi daya. Baterai jenis ini dikenal sensitif terhadap panas, tekanan, dan kerusakan fisik.
Banyak kalangan mempertanyakan penanganan keselamatan dari Terra Drone terhadap penyimpanan, pengisian, hingga pemeliharaan baterai.
Sorotan juga bergeser pada apa sebenarnya yang dikerjakan Terra Drone hingga memerlukan penyimpanan begitu banyak perangkat drone berteknologi tinggi?
Baca Juga: Gedung Terra Dron Jakarta Terbakar, 22 Orang Tewas Terkepung Asap dan Api
Operasi Pemetaan Sawit yang Baru Terungkap ke Publik
Selama ini Terra Drone dikenal sebagai penyedia layanan survei udara, pemetaan 2D dan 3D, pemodelan lahan berbasis LiDAR, serta inspeksi infrastruktur untuk sektor migas, konstruksi, dan pertambangan.
Citra perusahaannya bersih dan futuristic. Ini merupakan salah satu perusahaan teknologi yang bergerak di balik layar proyek-proyek berskala besar.
Artikel Terkait
Hujan Ekstrem, Siklon, dan Hutan Gundul di Balik Banjir Bandang Sumatera-Aceh
Kisah Rosita dan Hutan yang Tak Dijual: Cinta yang Menjaga Megamendung Tetap Hidup
Daendels dan Reformasi Hutan Jawa: Kisah Mas Galak Perangi Pembalakan Liar
Jejak Hutan di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi Gayo
Patungan Beli Hutan: Ketika Negara Abai Pembalakan, Frustasi Menumpuk, dan Masyarakat yang Tak lagi Percaya