Banjir–Longsor Lumpuhkan Sumatera: Menko PMK Gelar Rapat Darurat, Bantuan Dikebut Lewat Udara

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Jumat, 28 November 2025 | 09:40 WIB
Tanah longsor tutup akses di sejumlah daerah di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.  (BPBD Tapanuli Selatan)
Tanah longsor tutup akses di sejumlah daerah di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. (BPBD Tapanuli Selatan)

TITIKTEMU.CO - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menggelar rapat darurat bersama tim gabungan untuk menindaklanjuti krisis banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pratikno menjelaskan bahwa serangkaian bencana yang terjadi di tiga provinsi tersebut menyebabkan banyak infrastruktur rusak, sehingga mempersulit penyaluran bantuan ke sejumlah wilayah terdampak.

“Tim lintas kementerian sudah turun langsung ke lapangan,” ujar Pratikno di Jakarta, Kamis, 27 November 2025.

Ia juga memastikan bahwa Kepala BNPB telah berada di Posko Tarutung, Sumatera Utara, untuk mengawal pelaksanaan penanganan di seluruh wilayah yang terdampak.

Kemenkes Turun Tangan: Layanan Kesehatan Disiagakan

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan health rapid assessment di lokasi bencana.

Layanan kesehatan disiapkan di posko pengungsian dan melalui tim medis mobile yang menjangkau daerah sulit.

Seluruh fasilitas kesehatan—baik puskesmas maupun rumah sakit terdekat—telah diminta bersiap memberikan layanan penuh kepada masyarakat yang terdampak.

“Kami pastikan seluruh fasilitas kesehatan siap melayani,” ujar perwakilan Kemenkes.

Baca Juga: Guncang PBNU: Pecatnya Gus Yahya, Skandal Zionis, dan Pertarungan Wewenang yang Membara

Logistik Medis dan Obat-obatan Dikirim ke Lokasi

Selain pelayanan di lapangan, Kemenkes juga mengirimkan logistik kesehatan, obat-obatan, serta perlengkapan medis. Bantuan tambahan makanan untuk balita dan ibu hamil turut disalurkan guna memenuhi kebutuhan gizi kelompok rentan.

Tenaga medis cadangan yang terdiri dari dokter, perawat, ahli kesehatan lingkungan, hingga epidemiolog juga dikerahkan untuk memperkuat penanganan di lapangan.

Koodinasi antara Kemenkes pusat dan dinas kesehatan daerah terus dilakukan untuk memastikan respons kesehatan berjalan optimal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: BNPB

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X