“Itu yang membuat saya dianggap ikut serta menyebarkan berita bohong,” katanya.
Menurutnya, unggahan yang ia tambahkan interpretasi medis justru dijadikan dasar untuk menuduhnya bagian dari penyebar hoaks terkait ijazah Presiden.
Desakan agar Ijazah Jokowi Ditunjukkan Ditolak Penyidik
Dalam pemeriksaan, dokter Tifa mengaku berkali-kali meminta agar penyidik menghadirkan ijazah asli Jokowi sebagai bahan klarifikasi. Namun permintaan itu ditolak.
“Begitu saya tahu pertanyaan menuju unsur saya dianggap tidak kompeten, saya langsung bilang bahwa ini tidak fair secara scientific,” jelasnya.
Ia bercerita bahwa penyidik berdalih dokumen ijazah tersebut telah disegel sehingga tidak bisa dibawa ke ruang pemeriksaan.
“Tapi menurut saya, segel bukan alasan. Tetap bisa dibawa untuk pembuktian,” tambahnya.
Tifa juga mengungkap bahwa sebelum pemeriksaan dimulai, penyidik memperlihatkan 39 video kepada dirinya—yang menurutnya menjadi dasar pijakan arah pertanyaan selanjutnya.
“Pertanyaan akhirnya mengarah ke latar belakang pendidikan dan dianggap saya tidak punya kompetensi,” tuturnya.***
Artikel Terkait
Dari Senayan ke Sepaku: DPR ‘Menguji’ Basuki soal Nasib ASN di Kota Masa Depan IKN
Bumi Tapanuli Menangis: Akses Terputus, Ribuan Rumah Tenggelam, Warga Menanti Pertolongan
5 Motor Listrik Mirip Motor Cub Terbaik 2025: Stylish, Irit, dan Nyaman untuk Aktivitas Harian
Penetapan IKN sebagai Ibu Kota Politik Mulai 2028, Pemindahan ASN Tetap Dimulai 2025
7 Motor Listrik Retro Modern Terbaik 2025: Tampil Klasik, Hemat Energi, dan Nyaman untuk Mobilitas Harian
Langit Indonesia Diatur Ulang: DPR Ketuk Palu UU Ruang Udara di Paripurna ke-9
Melangkah dari Serpong ke Ankara: Perjalanan Atha Sang Pemburu 21 LoA hingga Raih Beasiswa Dokter di Turki
Sibolga Diguncang Air dan Lumpur: Lima Warga Tewas, Puluhan Rumah Rusak, Bantuan Dikebut
Gus Yahya Resmi Dicopot dari Jabatan Ketum PBNU: Ini Alasan, Kronologi, dan Dampak Internal Organisasi
Respons Gus Yahya Tolak Mundur dari Jabatan Ketum PBNU: “Saya Masih Sah Secara De Jure dan De Facto”