TITIKTEMU.CO - Sebagai Menteri Keuangan, nama Purbaya Yudhi Sadewa kembali mencuri perhatian publik.
Bukan hanya karena urusan angka-angka fiskal atau strategi ekonomi nasional, tetapi karena gaya komunikasinya yang blak-blakan, ceplas-ceplos, bahkan kerap dianggap “tanpa rem”.
Sebagian menyebutnya berani, sebagian lain menilainya terlalu agresif.
Namun Purbaya memiliki sudut pandang sendiri: semua ucapannya bukan sekadar emosi, melainkan bersandar pada data.
Baca Juga: Game Over Buat Mafia Balpres: Purbaya Siapkan Hukuman Sadis, Blacklist Seumur Hidup
Dipuji Berani, Dikritik Tidak Diplomatis
Komentar Purbaya sering kali dianggap terlalu lugas untuk ukuran pejabat negara.
Kritik keras pernah datang dari Hasan Nasbi, mantan pejabat komunikasi pemerintah, yang menilai gaya komunikasi seperti itu bisa menimbulkan kesan kurang solid di kalangan pejabat negara.
Namun Purbaya menepis anggapan tersebut.
Ia menegaskan bahwa setiap pernyataannya sudah diperhitungkan—bukan asal bicara.
Menurutnya, tugas pemimpin bukan hanya bicara aman, tapi menyampaikan realitas apa adanya.
> “Saya ukur dulu dampaknya ke kepercayaan publik. Saya tidak berbicara tanpa dasar,” tegasnya.
Survei Jadi Pegangan, Publik Jadi Tolak Ukur
Purbaya mengungkapkan bahwa ia rutin memantau hasil survei untuk melihat apakah kebijakan pemerintah diterima masyarakat.
Artikel Terkait
Sinergi Karsa: Cara IFG Turun ke Akar Rumput, Bukan Sekadar Bicara Kolaborasi
Alarm Bahaya dari Cak Imin: Jangan Nekat Kerja ke Kamboja, Banyak yang Pulang Tinggal Nama
Pengacara Bantah Grup WhatsApp Nadiem Makarim Terkait Proyek TIK dan Dugaan Korupsi
25+ Ucapan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025 yang Inspiratif, Penuh Semangat, dan Cocok untuk Caption Media Sosial
Beli Mobil Baru Terkendala BI Checking? Begini Solusinya!!
Profil Glenny Kairupan: Dari Pilot Helikopter Hingga Jadi Direktur Utama Garuda Indonesia 2025
Pesan Mendalam Jenderal AM Hendropriyono untuk Letjen Glenny Kairupan: Harapan Baru di Sayap Garuda Indonesia
Kejagung Ungkap 1.496 Kasus Judi Online Sepanjang 2025, Mayoritas Pelaku Berusia Produktif
Jokowi Tegaskan Proyek Whoosh Bukan Soal Laba, tapi Solusi Kemacetan dan Investasi Sosial
Rapat dengan DPR RI, Kemenhaj Bongkar Rincian Biaya dan Pelayanan Haji 2026