TITIKTEMU.CO - Wacana seputar gaya komunikasinya yang dinilai terlalu blak-blakan sempat membuat Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa jadi sorotan publik.
Hal ini bermula dari kritik yang dilontarkan Hasan Nasbi, mantan Kepala PCO, yang menilai gaya bicara Purbaya berpotensi meretakkan soliditas pemerintah serta mengurangi kepercayaan masyarakat.
Menanggapi hal itu, Purbaya tidak hanya memberi komentar balik, tetapi juga membawa data survei kepercayaan publik untuk memperkuat argumennya.
Baca Juga: Diplomasi di Panggung Dunia: Saat Trump Menyebut Nama Prabowo di Hadapan ASEAN
Menjawab Kritik Pakai Data, Bukan Emosi
Dalam konferensi pers di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin 7 Oktober 2025, Purbaya menunjukkan hasil survei dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Data tersebut menggambarkan naik turunnya indeks kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Menurut Purbaya:
Tingkat kepercayaan publik sempat turun tajam pada Juli hingga September 2025, bersamaan dengan meningkatnya aksi demonstrasi.
Namun, situasi mulai membaik pada Oktober setelah sejumlah kebijakan ekonomi dikeluarkan pemerintah.
> “Ini datanya jelas, sempat turun, tapi setelah beberapa kebijakan diterapkan, sentimen publik kembali stabil,” ujar Purbaya.
Baca Juga: Revolusi Sepak Bola ASEAN: Lahirnya FIFA ASEAN Cup dan Tantangan Baru untuk Kawasan
Purbaya mengakui gaya komunikasinya mungkin terlihat keras atau ceplas-ceplos, tapi menurutnya, fokusnya tetap pada pemulihan kepercayaan masyarakat.
Ia menyebut beberapa kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah justru berhasil mengembalikan stabilitas.
Artikel Terkait
Diplomasi di Panggung Dunia: Saat Trump Menyebut Nama Prabowo di Hadapan ASEAN
Revolusi Sepak Bola ASEAN: Lahirnya FIFA ASEAN Cup dan Tantangan Baru untuk Kawasan
Drama Kursi Kosong Timnas Indonesia: Nostalgia STY, Eksperimen Kluivert, dan Masa Depan yang Masih Misterius
Sustainable Living: Gaya Hidup Ramah Lingkungan atau Sekadar Gaya Sosial Media?
Beli Mobil Bekas Murah STNK Only, Begini Risikonya
Umrah Mandiri Resmi Dilegalkan, Ini Sederet Pro dan Kontra yang Terjadi
Kembali ke Akar: Ketika Urban Farming Jadi Jalan Hidup Mandiri di Tengah Krisis Ekonomi
Produktif Tanpa Burnout: Seni Menjaga Mental Health di Era Persaingan Kerja
Slow Living di Kedu: Bukan Hanya Melambatkan Langkah, Tapi Juga Menata Ulang Ritme Hidup
Pagi di Wonosobo Selalu Punya Pesonanya Sendiri: Kabut, Roti Bakar, dan Secangkir Kopi