“Saya mendukung, tapi Danantara harus profesional dan tidak berubah menjadi birokrasi baru atau ‘kantong politik’. DPR akan mengawasi agar investasi sejalan dengan kepentingan nasional,” katanya.
Serbuan Impor Murah Ancam Industri Nasional
Firnando juga mengingatkan bahaya banjir impor murah dari Tiongkok dan Thailand, yang telah menekan industri baja, semen, dan tekstil dalam negeri.
“Produk impor bisa dijual jauh di bawah harga produksi lokal. Kalau terus dibiarkan dengan bea masuk 0%, industri kita bisa mati,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perlindungan industri nasional bukan anti pasar bebas, melainkan strategi menjaga kedaulatan ekonomi.
“Saya percaya pada proteksi pintar. Negara harus melindungi sektor strategis. Kalau industri dasar kita mati, maka kedaulatan ekonomi juga ikut mati,” tegas Firnando.
Pengawasan Impor Ilegal Masih Lemah
Terkait pembentukan Satgas lintas lembaga pemberantasan impor ilegal, Firnando menilai langkah itu belum efektif.
“Satgas ini melibatkan sebelas kementerian, tapi penyelundupan masih terjadi. Harus ada pengawasan lebih ketat, terutama di daerah kepulauan,” ujarnya.
Ia mendorong agar Satgas berada langsung di bawah koordinasi Presiden dan Kemenko Perekonomian, mengingat masalah ini menyangkut kedaulatan ekonomi nasional.
Optimistis terhadap Arah Ekonomi Pemerintahan Prabowo
Meski menyoroti banyak persoalan, Firnando tetap optimistis terhadap arah ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pak Prabowo sudah fokus pada pengabdian. Beliau punya kemauan besar memperkuat industri nasional dan kemandirian ekonomi,” tuturnya.
Firnando yakin kebijakan ekonomi pemerintah ke depan akan lebih berpihak pada produksi dalam negeri dan penguatan industri strategis.
Pesan untuk BUMN dan Legasi di Parlemen
Menutup wawancara, Firnando menyampaikan harapannya agar BUMN kembali ke jati diri sebagai agen pembangunan bangsa.
“BUMN bukan sekadar korporasi pencetak laba, tapi pilar kedaulatan ekonomi. Saya ingin dikenang sebagai legislator yang berjuang agar BUMN, industri, dan rakyat berjalan seimbang demi Indonesia yang berdaulat,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
5.000 Chef Profesional Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis, BGN Gandeng ICA untuk Tingkatkan Kualitas Dapur SPPG
Transformasi Digital Ubah Wajah Industri Keuangan dan Asuransi: Antara Inovasi, Regulasi, dan Kepercayaan Publik
Indonesia Tolak Visa Atlet Israel di Kejuaraan Dunia Senam 2025, Pemerintah Tegaskan Sikap Politik Luar Negeri Pro-Kemanusiaan
Hotman Paris: Tak Ada Kerugian Negara, Kasus Nadiem Makarim Dinilai Aneh dan Tanpa Bukti Kuat
Menkeu Purbaya Sebut Belum Ada Pembahasan Soal Rencana Pembangunan Ulang Ponpes Al Khoziny Gunakan APBN