Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memang telah beberapa kali menyuarakan pelarangan kegiatan wisuda berbayar dan juga study tour.
Baca Juga: Hasan Nasbi Mundur, Prabowo Tunjuk Prasetyo Hadi Jadi Juru Bicara Baru, Berikut Profilnya!
Ia menilai kedua kegiatan tersebut kerap memberatkan orang tua murid dari sisi biaya.
Saat audiensi dengan warga Subang yang terdampak proyek sungai (26/4/2025), Dedi kembali menyampaikan pandangannya.
Ia menegaskan bahwa larangan tersebut hanya berlaku untuk wisuda yang menggunakan biaya dari orang tua melalui sekolah.
Namun, kegiatan perpisahan mandiri yang diorganisir oleh siswa tetap diperbolehkan.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Klarifikasi Tunggakan Pajak Mobil Lexus Rp42 Juta, Ini Penjelasannya
Solusi Tengah: Bijak dalam Menyelenggarakan Wisuda
Menutup pernyataannya, Abdul Mu’ti menekankan bahwa penyelenggaraan wisuda sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah dan orang tua murid.
Sederhana, tidak dipaksakan, dan tidak menciptakan beban adalah kunci utamanya.
Dengan pendekatan yang bijak, tradisi wisuda tetap bisa menjadi pengalaman menyenangkan tanpa harus menyulitkan siapa pun.***
Artikel Terkait
Profil Dedi Mulyadi Anggota DPR RI yang Digugat Cerai Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika
Sah! Haedar Nashir Kembali Pimpin Muhammadiyah 2022-2027. Abdul Mu'ti sebagai Sekretaris Umum
Tunjangan Sertifikasi Guru Naik pada 2025, Mendikdasmen Abdul Mu'ti Tetapkan Besarannya
Gubernur Jawa Barat Terpilih Dedi Mulyadi Siapkan Sayembara Beasiswa untuk Mahasiswa Berprestasi di Jabar
Gebrakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Hapus Utang Pajak Kendaraan Motor Warga Sejak 2024 ke Belakang
Abdul Mu'ti Umumkan SPMB 2025 Segera Diberlakukan, Gantikan Sistem PPDB dan Ujian Nasional
Dedi Mulyadi Klarifikasi Tunggakan Pajak Mobil Lexus Rp42 Juta, Ini Penjelasannya
Viral Gubernur Jawa Dedi Mulyadi Berdiskusi dengan Remaja Soal Larangan Wisuda dan Penggusuran di Bantaran Sungai