Kronologi Aksi Unjuk Rasa ASN di Jakarta, dari Pengakuan Pegawai yang Dipecat Menteri Satryo hingga Tepisan Kemdiktisaintek

photo author
Tim TITIK TEMU 05, TitikTemu.co
- Senin, 20 Januari 2025 | 19:45 WIB
 unjuk rasa ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor Kemdiktisaintek, Senin, 20 Januari 2025. (X.com/@yusuf_dumdum)
unjuk rasa ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor Kemdiktisaintek, Senin, 20 Januari 2025. (X.com/@yusuf_dumdum)

Berikut ulasan selengkapnya.

Awal Mula Pegawai ASN Neni Dipecat Menteri Satryo

Pegawai ASN selaku Pranata Humas Ahli Muda dan Pj. Rumah Tangga, Neni Herlina hadir dalam aksi itu mengungkap kabar pemecatan secara sepihak oleh Menteri Satryo.

Neni menuturkan kronologi awal pemecatan itu terjadi pada Jumat, 17 Januari 2025, kala itu Menteri Satryo datang langsung ke ruangan Neni seraya mengusirnya.

Terkait tudingan itu, Neni merasa sedih dan menyebut pengusiran itu baru pertama kali dialami selama 24 tahun dirinya menjadi ASN.

"Pimpinan tertinggi kami masuk ke ruangan kami dan di hadapan semua orang, beliau mengusir saya keluar dan memerintahkan untuk pindah ke Kemendikdasmen," ungkap Neni dalam aksi unjuk rasa di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, pada Senin, 20 Januari 2025.

Baca Juga: Konsep Pembelajaran Selama Ramadan Tinggal Menunggu Surat Edaran, Menag: Paling Lambat Diumumkan Senin Ini. Libur Nggak ya?

Alasan Neni Dipecat: Meja dan Kursi di Ruangan sang Menteri Belum Diganti

Neni pun mengungkap alasan di balik kemarahan Menteri Satryo terhadapnya lantaran meja dan kursi di ruangannya belum diganti.

Ruangan yang digunakan Satryo sebelumnya ditempati oleh jajaran Deputi Diktisaintek, saat kementerian itu masih bergabung dengan Kemendikbud.

Setelah instrospeksi terkait pekerjaannya sebagai Pj. Rumah Tangga, Neni mengklaim dirinya hanya bertanggung jawab mengenai urusan rumah tangga kantor, bukan mengenai bidang substantif pendidikan tinggi.

Baca Juga: Daftar Harga HP Samsung Terbaru Januari 2025 Terlengkap Mulai Seri Galaxy A, M, S, hingga Z

"Penyebab pengusiran saya kemarin itu berawal dari sebuah meja di ruang tertinggi lantai 18, yang mungkin perlu diganti karena dianggap 'tidak menghormati' dan lain-lain," terang Neni.

"Lalu semua masalah urusan rumah tangga yang terjadi di lapangan, bermuara kepada saya, sampai saya harus keluar dari institusi ini," pungkasnya. 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X