Menyelami Kelamnya G30S/PKI, Sederet Fakta Sejarah dan Transisi Kekuasaan Presiden RI Setelahnya

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Selasa, 1 Oktober 2024 | 14:21 WIB
Potret Monumen Pancasila di Jakarta (Potret MoInstagram.com/@monumenpancasilasakti)
Potret Monumen Pancasila di Jakarta (Potret MoInstagram.com/@monumenpancasilasakti)

Salah satu peristiwa yang menjadi pemantik munculnya gerakan G30S/PKI, bermula ketika Menteri Luar Negeri (Menlu) RI zaman itu, Subandrio, melakukan kunjungan ke Tiongkok, pada tahun 1960.

Kunjungan Subandrio itu didasari oleh kalangan elit PKI yang mengajukan permohonan penambahan persenjataan militer RI kepada Soekarno, dengan alasan demi ‘kepentingan kepentingan bersama’.

Kunjungan itu menunjukkan adanya penawaran persenjataan militer dari Perdana Menteri Tiongkok Zhou Enlai, dengan menjanjikan 100.000 pucuk senjata jenis chung secara cuma-cuma untuk kepentingan militer di Indonesia.

Baca Juga: Kisah Andra Soni Calon Gubernur Banten 2024, Dari Antar Teman Akhirnya Jadi Kader Partai Gerindra

Kemudian, Subandrio melaporkan penawaran Zhou itu ke Presiden Soekarno. Namun, sang presiden RI itu tidak kunjung mengambil keputusan terkait penawaran tersebut, hingga membuat para pemimpin PKI merasa tidak dianggap keberadaannya.

Suasana Saling Curiga Antara Militer dan PKI

Pada awal 1965, kalangan pemimpin PKI memberikan gagasan kepada Presiden Soekarno terkait 'Angkatan Kelima' yang berdiri sendiri, terlepas dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Namun, gagasan itu mendapat penolakan dari para petinggi militer di Indonesia dan menimbulkan suasana saling curiga antara militer dan PKI.

Baca Juga: Manga Baru Metaphor: ReFantazio Siap Meramaikan Dunia Game di PS4, PS5, Xbox X/S, Windows PC, dan Steam

Suasana itu semakin panas, ketika PKI semakin berusaha memprovokasi bentrokan antara aktivis dengan polisi dan militer yang terjadi pada tahun 1963.

Selain itu, para pemimpin PKI, juga dinilai para petinggi militer angkatan darat RI, telah mempengaruhi tindakan represi (upaya menekan atau menindas) dari kalangan polisi dan tentara terhadap warga sipil dengan berdalih 'demi kepentingan bersama'.

Pemimpin PKI bernama DN Aidit, kala itu mengilhami kepentingan bersama itu dengan slogan 'Untuk Ketentraman Umum Bantu Polisi'.

Baca Juga: Syarat dan Cara Mengajukan Pinjaman Mandiri KUR Oktober 2024 Terbaru Tanpa Jaminan

Meletusnya Peristiwa G30S/PKI

Dalam buku Gestapu 65, pada 30 September 1965, operasi penculikan para jenderal militer Indonesia dipimpin Letnan Kolonel Untung Syamsuri, sebagai Komandan Batalyon 1 Cakrabirawa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: kemlu, Google Books: Mengenal Indonesia (2019, Gestapu 65

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X