Menyelami Kelamnya G30S/PKI, Sederet Fakta Sejarah dan Transisi Kekuasaan Presiden RI Setelahnya

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Selasa, 1 Oktober 2024 | 14:21 WIB
Potret Monumen Pancasila di Jakarta (Potret MoInstagram.com/@monumenpancasilasakti)
Potret Monumen Pancasila di Jakarta (Potret MoInstagram.com/@monumenpancasilasakti)

Baca Juga: BRImo FSTVL 2024 Hadir Berlimpah Hadiah bagi Para Pengguna Setia Super Apps BRImo

Terdapat juga kelompok pendukung PKI sebanyak 20 juta anggota, yang terdiri dari Pergerakan Wanita (Gerwani), Organisasi Penulis dan Artis, dan Kalangan Cendekiawan di Indonesia.

Kegagalan Demokrasi Terpimpin Soekarno

Pada bulan Juli 1959, Presiden RI Soekarno menetapkan konstitusi di bawah Dekrit Presiden dan resmi membubarkan parlemen.

Penetapan konstitusi itu mendapatkan dukungan penuh dari kalangan PKI yang berada di kalangan pemerintahan RI.

Baca Juga: Saldo DANA KAGET Rp 100 Ribu 1 Oktober 2024: Segera Klaim 3 Link DANA Kaget Sekarang

Selain itu, PKI juga berperan dalam memperkuat angkatan bersenjata Indonesia dengan mengangkat para jenderal militer ke posisi-posisi yang penting.

Sistem 'Demokrasi Terpimpin' yang dijalankan Soekarno mendapatkan dukungan dari kalangan pemimpin PKI.

Hal itu karena dianggap memperlancar konsep Nasakom (Nasionalis, Agama, dan Komunis), sebuah konsepsi persekutuan yang diusung oleh PKI untuk sistem pemerintahan di Indonesia.

Baca Juga: BRIGADE MADANI: Menguatkan Sinergi 3 Tahun Holding Ultra Mikro melalui Budaya Kerja Kolaboratif

Namun, konsepsi itu nyatanya tidak direalisasikan dalam sistem demokrasi terpimpin, dan menyebabkan kerjasama para pemimpin PKI dan kaum borjuis (kelas sosial menengah ke atas) di Indonesia gagal menekan pergerakan independen petani dan buruh.

Sistem demokrasi terpimpin juga menemui jalan buntu akibat adanya campur tangan PKI dengan kepentingan persekutuannya sendiri di dalam tubuh pemerintahan Soekarno.

Kegagalan demokrasi terpimpin juga ditandai dengan masalah-masalah ekonomi seperti pendapatan ekspor yang menurun dan inflasi yang melambung tinggi kala itu.

Baca Juga: Hari Batik Nasional 2024 Tanggal Berapa? Apakah Libur, Simak Cara Memperingati Yang Unik

Penawaran Persenjataan 'Cuma-Cuma' dari Tiongkok

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: kemlu, Google Books: Mengenal Indonesia (2019, Gestapu 65

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X