Baca Juga: Kasus Omicron di Indonesia Tambah 11 Orang, Masih Mau Jalan-jalan ke Luar Negeri?
Di warungnya itu, Sugini tak hanya menjual semur kutuk, ada semur ayam, dan telur. Tetapi yang menjadi ciri khas warungnya dan paling banyak diburu adalah semur kutuk. Sehari nenek berusia 65 tahunan ini bisa menghabiskan 10 kilogram ikan kutuk. Tergantung stoknya juga. Terkadang di pasar tidak ada. Warung ini sendiri buka mulai pukul 13.00.
“Saya masak sendiri. Resepnya dari ibu saya. Dulu dia pernah jualan juga,” ungkap Sugini di sela melayani para pembelinya.
Kuliner di Pati, lanjut pria yang akrab disapa Safin itu memang tergolong nikmat dan mampu memanjakan lidah siapapun.
“Selain semur kutuk di Kayen yang enak ini, tentu kita sudah hafal dengan nasi gandul, kepala manyung, dan masih banyak lainnya. Ini menjadi potensi kekayaan kuliner yang bisa mengangkat nama Pati juga,” ungkap Safin. ***
Artikel Terkait
Jadah Tempe Jajanan Khas Sleman, Kegemaran Sri Sultan!
Menikmati Masakan Olahan Kambing Diiringi Live Music, Nikmat Apalagi Yang Kamu Dustakan...
Kalasan, Sentra Ayam Goreng dari Masa ke Masa!
7 Fakta Tentang Thengkleng Solo yang Sempat Viral Gara-gara Keluhan Netizen
7 Tempat Makan di Jogja dengan View Sawah, Aduhai Banget!
Getuk Goreng Sokaraja, Oleh-oleh Khas Banyumas. Ini Bahan dan Resep Pembuatannya
Ayam Panggang Mbah Dinem Klaten, Diolah Tanpa Minyak & Santan: Langganan Tjahjo Kumolo & Ganjar Pranowo!
Soto Bebek Bu Heri Wedi Klaten: Kuliner Leluhur Sejak 1987