TITIKTEMU.CO PATI – Salah satu pejabat pemerintahan yang telah beberapa kali berkunjung ke Warung Mbah Gini adalah Wakil Bupati Pati Saiful Arifin.
Warung Mbah Gini sudah berdiri sejak belasan tahun yang lalu. Warung sederhana itu berada di pinggiran jalan di Desa Jatiroto Kecamatan Kayen, Pati.
Baca Juga: Berwisata Naik Perahu Naga di Waduk Tempuran Blora
Baca Juga: Wisata Alam di Bantul? Coba ke Taman Kedung Asri…
Warungnya amat sederhana. Dindingnya dari papan kayu. Lantainya plesteran dari semen. Beberapa minuman bersoda ditata rapi di atas meja. Di dekatnya ada pula air mineral botolan, dan beberapa renteng jajanan ringan.
Di warung ini masakan yang kerap diburu para pejabat adalah Semur Kutuk atau semur ikan gabus.
Baca Juga: 12 Warisan Budaya Indonesia Diakui Dunia sebagai Bagian dari Kebudayaan Global oleh UNESCO
Kutuk sendiri adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Di wilayah seperti Kayen, Sukolilo, dan Tambakromo yang berada di bantaran Sungai Silugonggo, stok ikan tersebut lumayan melimpah.
Namun terkadang juga susah mencarinya. Masakan tersebut, kata Sugini memang menjadi primadona banyak orang.
Selain Wakil Bupati Saiful Arifin yang sudah menjadi langganannya, beberapa pejabat seperti para camat dan orang kabupaten juga sering makan di warungnya tersebut.
Baca Juga: Tiga Raksasa Digital Indonesia Kawal Solo Menuju Smart City
“Ya biasanya Pak Wakil Bupati ngabari dulu kalau mau datang ke warung. Seperti hari ini. Soalnya kadang juga tidak dapat ikan kutuknya. Karena di pasar kadang juga tidak ada. Kalau musim kemarau begini malah banyak ikannya, juga besar-besar ukurannya,” imbuhnya
Orang nomor dua di Kabupaten Pati ini pun mengaku sudah sering ke Warung Mbah Gini. Bisa dikatakan sudah jadi pelanggan tetap. “Rasanya enak sih. Cocok dimakan siang hari begini,” katanya sambil menyantap masakan racikan tangan Sugini itu.
Masakannya memang sederhana. Bumbu semur lengkap yang gurih dengan potongan ikan Kutuk. Jadilah namanya semur kutuk. Karena rasanya yang khas, kuliner ini menjadi buruan orang-orang. Semur kutuk sendiri lebih nikmat disantap dengan lontong. Lontong di tempat Sugini dibungkus daun pisang. Aromanya lebih harum. Makin menggugah selera makan pelanggannya.
Artikel Terkait
Jadah Tempe Jajanan Khas Sleman, Kegemaran Sri Sultan!
Menikmati Masakan Olahan Kambing Diiringi Live Music, Nikmat Apalagi Yang Kamu Dustakan...
Kalasan, Sentra Ayam Goreng dari Masa ke Masa!
7 Fakta Tentang Thengkleng Solo yang Sempat Viral Gara-gara Keluhan Netizen
7 Tempat Makan di Jogja dengan View Sawah, Aduhai Banget!
Getuk Goreng Sokaraja, Oleh-oleh Khas Banyumas. Ini Bahan dan Resep Pembuatannya
Ayam Panggang Mbah Dinem Klaten, Diolah Tanpa Minyak & Santan: Langganan Tjahjo Kumolo & Ganjar Pranowo!
Soto Bebek Bu Heri Wedi Klaten: Kuliner Leluhur Sejak 1987