Kuliner Khas Pati: Warung Semur Kutuk Mbah Gini, Langganan Para Pejabat

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Sabtu, 25 Desember 2021 | 16:10 WIB
Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin) saat menyantap menu unggulan di Warung Semur Kutuk Mbah Gini, Kayen Pati. (pic. pemprov jateng)
Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin) saat menyantap menu unggulan di Warung Semur Kutuk Mbah Gini, Kayen Pati. (pic. pemprov jateng)

TITIKTEMU.CO PATI – Salah satu pejabat pemerintahan yang telah beberapa kali berkunjung ke Warung Mbah Gini adalah Wakil Bupati Pati Saiful Arifin.

Warung Mbah Gini sudah berdiri sejak belasan tahun yang lalu. Warung sederhana itu berada di pinggiran jalan di Desa Jatiroto Kecamatan Kayen, Pati.

Baca Juga: Berwisata Naik Perahu Naga di Waduk Tempuran Blora

Baca Juga: Wisata Alam di Bantul? Coba ke Taman Kedung Asri…

Warungnya amat sederhana. Dindingnya dari papan kayu. Lantainya plesteran dari semen. Beberapa minuman bersoda ditata rapi di atas meja. Di dekatnya ada pula air mineral botolan, dan beberapa renteng jajanan ringan.

Di warung ini masakan yang kerap diburu para pejabat  adalah Semur Kutuk atau semur ikan gabus.

Baca Juga: 12 Warisan Budaya Indonesia Diakui Dunia sebagai Bagian dari Kebudayaan Global oleh UNESCO

Kutuk sendiri adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Di wilayah seperti Kayen, Sukolilo, dan Tambakromo yang berada di bantaran Sungai Silugonggo, stok ikan tersebut lumayan melimpah.

Namun terkadang juga susah mencarinya. Masakan tersebut, kata Sugini memang menjadi primadona banyak orang.

Selain Wakil Bupati Saiful Arifin yang sudah menjadi langganannya, beberapa pejabat seperti para camat dan orang kabupaten juga sering makan di warungnya tersebut.

Baca Juga: Tiga Raksasa Digital Indonesia Kawal Solo Menuju Smart City

“Ya biasanya Pak Wakil Bupati ngabari dulu kalau mau datang ke warung. Seperti hari ini. Soalnya kadang juga tidak dapat ikan kutuknya. Karena di pasar kadang juga tidak ada. Kalau musim kemarau begini malah banyak ikannya, juga besar-besar ukurannya,” imbuhnya

Orang nomor dua di Kabupaten Pati ini pun mengaku sudah sering ke Warung Mbah Gini. Bisa dikatakan sudah jadi pelanggan tetap. “Rasanya enak sih. Cocok dimakan siang hari begini,” katanya sambil menyantap masakan racikan tangan Sugini itu.

Masakannya memang sederhana. Bumbu semur lengkap yang gurih dengan potongan ikan Kutuk. Jadilah namanya semur kutuk. Karena rasanya yang khas, kuliner ini menjadi buruan orang-orang.  Semur kutuk sendiri lebih nikmat disantap dengan lontong. Lontong di tempat Sugini dibungkus daun pisang. Aromanya lebih harum. Makin menggugah selera makan pelanggannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: Pemprov Jateng

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Nastar, Kue Warisan Belanda yang Jadi Ikon Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:05 WIB
X