TITIKTEMU.CO KLATEN – Berkunjung ke Kota Klaten Bersinar tidak lengkap jika belum mencicipi kuliner khas satu ini. Menu itu adalah ayam panggang Mbah Dinem yang terletak di Jalan Andalas Nomor 13 Klaten Tengah, tepatnya samping hutan kota Sungkur, Klaten.
Selain sajian ayam kampung, sentuhan masaknya juga dijamin higienis. Selain tidak menggunakan vetsin, saat dipanggang ayamnya juga tidak menggunakan minyak dan santan, jadi bebas kolesterol.
Baca Juga: Getuk Goreng Sokaraja, Oleh-oleh Khas Banyumas. Ini Bahan dan Resep Pembuatannya
Baca Juga: 7 Tempat Makan di Jogja dengan View Sawah, Aduhai Banget!
Karena dari ayam kampung, jangan kaget kalau tesktur daging sedikit alot. Maka disarankan untuk menyantap ayam panggang pedas rempah dan manis ini lebih seru menggunakan tangan bersih. Sambal pedas, rebusan daun pepaya dan cocolan kuat rempah bisa jadi pelengkap.
Dikutip TITIKTEMU.CO dari laman Pemkab Klaten, cara mengolah ayam Mbah Dinem pun cukup unik. Ayam tidak langsung dipanggang dengan api atau arang panas.
Baca Juga: 7 Fakta Tentang Thengkleng Solo yang Sempat Viral Gara-gara Keluhan Netizen
Tembayan ukuran dipanasi dengan api kompor. Ayam dipanggang di dalam tempayan dan dimatangkan dengan hawa panas plus diungkep. Jadi minyak dan lemak ayam yang dipanggang jatuh menetes. Ini yang menyebabkan ayam panggang Mbah Dinem higienis dan aman bagi penderita kolestorol maupun kelainan jantung.
“Rumah Makan Ayam Pangang Mbah Dinem Klaten sudah tiga tahun usaha. Klaten sendiri adalah pusatnya. Mbah Dinem sendiri sudah punya 24 rumah makan cabang tersebar di beberapa kota besar. Ownernya asli orang Wonogiri, tapi cucunya sekarang tinggal di Klaten sekaligus sebagai pusatnya” kata Heriyanto petugas marketing Rumah Makan Ayam Panggang Mbah Dinem saat ditemui Tim Pemberitaan Dinas Kominfo Klaten.
Ditambahkan, Rumah Makan Ayam Pangang Mbah Dinem Klaten sudah biasa jadi langganan pejabat dan tokoh penting. Tapi karena pandemi covid 19, omzetnya banyak menurun.
Baca Juga: Menikmati Masakan Olahan Kambing Diiringi Live Music, Nikmat Apalagi Yang Kamu Dustakan...
“Dulu sebelum covid-19 di sini sangat ramai. Tokoh seperti Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo, Gubernur Ganjar Pranowo sampai dalang kondang Ki Anom Suroto dan artis. Tapi karena pandemi covid-19, pengunjung banyak penurunan. Sekarang mulai pulih. Harga masih sangat terjangkau mulai 25 ribu, 28 ribu dan 95 ribu untuk ukuran utuh. Kami juga terima pesanan. Cukup hubungi nomor kami di nomor 0822-2564-3919’’ katanya sambil promosi. ***
Artikel Terkait
7 Kedai Kopi di Solo yang Kopinya Enak dan Asyik Buat Ngumpul
Kuliner Khas Semarang Legendaris, dari Lumpia Gang Lombok Sampai Es Puter Cong Lik
7 Kuliner Mandalika yang Rasanya Mantab Jiwa, Dicoba Kuy!
Catat! 7 Rahasia Bumbu Soto Buthek yang Sedapnya Sampai ke Ubun-ubun
7 Cara Mudah Membuat Jamu Tradisional di Rumah, Nggak Pakai Ribet
7 Wisata Kuliner Khas Boyolali, Sekali Nyoba Jadi Ingin Kembali
Mengenal Panama Geisha, Kopi Fenomenal dan Termahal di Dunia
7 Tempat Ngopi Paling Ngehits di Boyolali. Pilih menu atau view-nya, semuanya ada
Kalasan, Sentra Ayam Goreng dari Masa ke Masa!