TITIKTEMU.CO – Kopi memiliki banyak varietas. Selain single origin, varietas kopi ini juga menentukan kualitas dan karakter rasa kopi.
Sederhananya, single origin adalah istilah untuk menyebut asal daerah biji kopi ditanam. Sedangkan varietas kopi adalah subspecies dari bibit kopi yang ditanam.
Ada banyak varietas kopi dengan berbagai karakter berbeda, seperti typica, bourbon, caturra, blue mountain, varietas kopi geisha dan lainnya.
Baca Juga: Ini Tiga Kopi Terbaik Indonesia Versi Kontes Kopi Spesialti 2021
Nah, dari banyak varietas itu, geisha menjadi varietas kopi yang paling membuat penasaran para pencinta kopi dunia.
Dalam beberapa tahun terakhir, varietas kopi Geisha merajai festival-festival kopi dunia. Kopi Geisha layaknya primadona yang selalu dicari.
Vaerietas ini ditemukan di Desa Gesha, Ethiopia sampai Panama. Nama varietas ini sebenarnya memang Gesha, merujuk tempat asal tumbuh.
Baca Juga: Yuk, belajar Tentang Kopi di Sekolah Kopi Gemawang di Temanggung
Namun, penyebutannya berubah menjadi 'geisha', bisa jadi karena lebih mudah dilafalkan dan familiar. Maka, jadilah Geisha.
Para imigran dan saudagar membawa biji kopi Gesha ke Kosta Rika, dan terus berlanjut ke dataran Eropa.
Orang-orang Eropa pertama yang menghuni wilayah Panama kemudian mengembangkan kopi Gesha pada awal abad ke-19.
Baca Juga: Mengapa Harga Kopi Luwak Mahal? Karena...
Saat itu kopi Geisha sama seperti kopi-kopi lain. Sampai akhirnya pada 1996, ayah-anak Price dan Daniel Peterson membawanya ke festival-fetival kopi dunia.
Pada 2004, biji kopi Geisha menggegerkan dunia perkopian saat mendapat penghargaan Best Of Panama (BOP) dalam sebuah kompetisi kopi terbaik.