TITIKTEMU.CO - Disebut kopi luwak karena biji kopi diambil dari kotoran luwak. Melalui proses pengolahan panjang, kopi luwak mejadi kopi dengan harga selangit.
Inilah kopi mewah Indonesia yang diekspor dengan harga mahal. Harganya bisa tiga atau empat kali lipat dari harga harga kopi biasa.
Keistimewaan kopi luwak sudah mendapat banyak pengakuan dari luar negeri. Kopi ini mempunyai pasar bagus di Eropa, Amerika, dan Rusia.
Baca Juga: Kopi Hitam vs Kopi Instan, Mana yang Lebih Baik?
Mengapa harga kopi luwak mahal?
Proses kopi luwak dimulai dari hewan luwak (musang) liar yang makan ceri (buah kopi). Dengan instingnya, luwak hanya memilih ceri kualitas terbaik.
Di dalam perut luwak ceri dicerna dan mengalami proses fregmentasi alami. Biji-biji kopi akan keluar bersama kotoran luwak.
Petani kemudian membersihkan, dan mengolahnya dalam beberapa tahap sebelum akhirnya kopi siap seduh.
Butuh proses panjang untuk mengolah kopi luwak. Panen kopi luwak juga tidak bisa sebanyak kopi biasa karena sangat tergantung pada luwak.
Padahal, dalam sehari luwak hanya makan kopi sekitar 10-15 gram. Sebab, kopi sebenarnya bukan makanan utama luwak.
Proses panjang pengolahan kopi luwak menghasilkan karakter, aroma, dan rasa unik. Rasa kopi ini smooth, lembut dengan sedikit asam buah, dan tidak getir.
Baca Juga: 5 Sajian Kopi Khas Indonesia yang Unik, Pernah Coba yang Mana?
Artikel Terkait
Ini Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta, Suka yang Mana?
7 Kopi Terbaik di Indonesia, yang Mana Favoritmu?
Ini Alasan Mengapa Minum Kopi Hitam Sangat Dianjurkan
Lagi Tren, Ini 7 Destinasi Wisata Kopi Terbaik
Merancang Wisata Kopi di Lereng Gunung Lawu Wonogiri
Cafe Dangdut Buka di New York, Promosikan Kopi, Dangdut, dan Goyangannya