Berawal dari Mimpi dan Kecintaan pada Kampung Halaman
Kedai kopi ini didirikan Fahmi, barista 2014. Dia membuka Co-Fams Coffee pada Desember 2020, di tengah situasi pandemi yang penuh ketidakpastian.
Alih-alih memilih lokasi strategis, Fahmi justru memilih kampung halamannya sendiri di Jogoyudaan. Baginya, tempat ini memiliki nilai emosional yang tidak tergantikan.
Sekaligus, dia juga ingin memperkenalkan Jogoyudaan kepada lebih banyak orang. Meski berada sangat dekat dengan Tugu Jogja, kawasan ini masih jarang dikenal oleh banyak orang.
Baca Juga: Naik KA Batara Kresna Membelah Solo-Wonogiri, Jalur Kereta dengan Pemandangan Ikonik
Viral Berkat Media Sosial dan Wisatawan Mancanegara
Awalnya, kedai ini tidak langsung ramai. Promosi hanya dilakukan sederhana melalui media sosial dan peta digital. Titik balik terjadi ketika seorang wisatawan asal Australia datang dan membuat konten.
Video tersebut viral dan menarik perhatian banyak orang. Dalam waktu singkat, kedai kopi yang sebelumnya sepi mulai dipadati pengunjung dari berbagai daerah.
Tidak hanya wisatawan lokal, pengunjung dari luar kota seperti Surabaya juga rela datang khusus untuk merasakan suasana unik di tempat ini. Bahkan, ada yang sengaja mampir di tengah perjalanan hanya karena penasaran.
Baca Juga: Warung-warung Makan Legendaris di Jogja Langganan Keluarga Sultan
Sensasi Ngopi yang Berbeda di Tepi Kali Code
Co-Fams Coffee menawarkan pengalaman ngopi yang tidak biasa. Lokasi yang tersembunyi, suasana kampung yang autentik, serta interaksi langsung dengan warga menjadi nilai tambah yang sulit ditemukan di tempat lain.
Menjelang malam, suasana di kedai semakin hangat. Percakapan antar pengunjung mengalir santai. Kehadiran musala di dekat kedai juga membuat suasana tetap terjaga dengan penuh rasa hormat.
Tidak jauh dari kedai, terdapat bantaran Kali Code yang bisa dijadikan tempat bersantai. Di area tersebut, terdapat angkringan milik keluarga Fahmi yang menjadi pelengkap pengalaman kuliner di kawasan ini.
Artikel Terkait
Mengenal Kafe Slow Bar yang Lagi Ngetren, Demi Menikmati Ngopi Lebih Intim
Rekomendasi 5 Slow Bar Kafe Paling Asyik di Jogja, Menikmati Kopi Terbaik dan Belajar Gratis!
Slow Living di Gunungkidul Memang Menyenangkan, Syaratnya: Lupakan Gaya Necis ala Kota
Slow Living di Jogja: Menikmati Hidup Melambat, Tapi Tidak Murah
Solo: Kota dengan Ritme Hidup Lambat, Tempat Ideal untuk Slow Living?
Sabtu-Minggu di Purwokerto, Kuliner dan Liburan Slow Living Seru di Kaki Gunung Slamet
5 Kuliner Dekat Stasiun Tugu Jogja yang Wajib Dicoba, Murah dan Sudah Teruji Warga Lokal
Sisi Lain Salatiga di Balik Kenyamanannya, Bakal Gantikan Jogja sebagai Kota Slow Living?
Menikmati Slow Living di Wonogiri: Hidup Tenang di Kota yang Kerap Dipandang Sebelah Mata