Naik KA Batara Kresna Membelah Solo-Wonogiri, Jalur Kereta dengan Pemandangan Ikonik

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Kamis, 2 April 2026 | 22:02 WIB
Perjalanan Membelah Solo-Wonogiri KA Batara Kresna, Jalur Kereta dengan Pemandangan Ikonik. (Dok.PT KAI)
Perjalanan Membelah Solo-Wonogiri KA Batara Kresna, Jalur Kereta dengan Pemandangan Ikonik. (Dok.PT KAI)

TITIKTEMU.CO - Jalur KA Solo–Wonogiri bukan sekadar sarana transportasi. Pada rel yang membentang sepanjang 37 kilometer, tersimpan sejarah panjang lebih dari satu abad perjalanan.

Kini, jalur kereta api legendaris tersebut masih aktif dilayani oleh KA Batara Kresna, kereta perintis yang menawarkan sensasi berbeda bagi penumpang.

Sejarah mencatat, jalur ini pertama kali dibangun pada 1922 sebagai jalur trem oleh Nederlandsch-Indische Maatschappij.

Baca Juga: Hikayat Semangkuk Mie Ayam Wonogiri, Jejak Kaum Boro dan Resep dari Orang-orang Tionghoa

Sejarah Jalur KA Solo-Wonogiri

Kala itu, trem berukuran kecil dengan kecepatan terbatas menjadi andalan masyarakat untuk mobilitas sekaligus distribusi hasil industri, terutama dari pabrik gula di sekitar Solo.

Seiring waktu, jalur ini berkembang menjadi rute kereta api yang menghubungkan berbagai wilayah, mulai dari pusat kota hingga pedesaan.

Namun, sebagian jalur menuju Baturetno akhirnya ditutup setelah pembangunan Waduk Gajah Mungkur pada 1978. Kini, rute aktif hanya sampai Stasiun Wonogiri di pusat kota.

Baca Juga: Jangan Keliru! Ini Ciri Khas Sego Berkat Wonogiri yang Autentik

Konsep Railbus

Hingga saat ini, hanya KA Batara Kresna yang melayani jalur tersebut. Kereta ini mulai beroperasi sejak 2015 dan sempat berhentikarena pandemi sebelum kembali aktif pada 2021.

Dengan kapasitas sekitar 117 penumpang, kereta ini menjadi andalan masyarakat sekaligus alternatif wisata murah meriah.

Salah satu keunikan utama KA Batara Kresna adalah konsepnya sebagai railbus. Kereta ini tidak melaju secepat kereta jarak jauh lainnya.

Sebaliknya, kecepatan relatif lambat untuk memberi keempatan penumpang bisa menikmati pemandangan secara lebih santai; persawahan, rumah-rumah penduduk, dan pegunungan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X